Kejati Tetapkan Dua Tersangka Baru Kasus Korupsi Dinas Cipta Karya Jepara

SunarnoJepara Kota – Kasus korupsi yang ada di Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan (Ciptaruk) Jepara kini terus bergulir. Kejaksaan tinggi Jawa Tengah kini telah menetapkan dua tersangka lagi untuk kasus dugaan korupsi jalan di desa Bantrung, Kendengsidialit dan desa Welahan. Dua tersangka tersebut yakni HYT dari rekanan dan AF dari Dinas Cipta Karya.

Kasie Pidana Khusus Kejari Jepara, Sunarno mengatakan sebenaranya penetapan dua tersangka tersebut bersamaan dengan satu tersangka hadir yang sudah beredar sebelaumnya, yakni pada 4 juni lalu, akan tetapi dari ketiga tersangka itu semuanya terpisah masing-masing dalam satu surat perintah penyidikan (Sprindik)


Sunarno menambahkan tim dari Kejati hingga Kamis kemarin masih intensif memeriksa puluhan saksi untuk dua kasus di Dinas Cipta Karya dan Dinas Bina Marga. Tim Kejati yang Rabu lalu dijadwalkan menggeledah tiga SKPD ternyata hanya menggeledah tiga rumah tersangka yakni di rumah Haryanto dan Sujarwo di Mulyoharjo dan rumah Edy Sutoyo di desa Ngabul kecamatan Tahunan. Penggeledahan dilakukan hingga sekitar jam 12 malam. (Ferdy Kurniawan)

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.

1 Komentar

  1. Bang Topan says

    Kejati jangan tergesa-gesa menetapkan ” Tersangka ” dalam sengketa Jasa Konstruksi, karena di dalam penyelenggaraan Jasa Konstruksi telah di atur dalam Undang Undang Jasa Konstruksi ( UUJK ) No. 18 Tahun 1999, Peraturan Pemerintah ( PP ) No. 29 Tahun 2000 jo PP No. 59 Tahun 2010, Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010 dan masih banyak peraturan peraturan yang lain yang mengatur tengtang penyelesaian sengketa Jasa Konstruksi serta mereka diikat dengan ” Perjanjian Kontrak Kerja “, jadi apabila ternyata ada cidra janji / mengingkari perjanjian kontra kerja yang telah mereka sepakati itu hanya semata-mata wanprestasi ( Perdata ) dan bukan merupakan tindak pidana apa lagi Tindak Pidana Korupsi.