Dirasa Meresahkan, Gelandangan Anak Punk dan Pengamen Ditertibkan

kepala Satpol PP JeparaKeberadaan gelandangan, anak punk, dan pengamen di sejumlah titik di Kabupaten Jepara dinilai oleh sebagian masyarakat mulai merasahkan.Sebagian besar pemuda yang berpenampilan serba hitam dan beranting banyak itu, sering mangkal di perempatan atau pertigaan jalan membuat pengguna jalan merasa tidak nyaman. Baik pejalan kaki maupun pengendara mobil. Selain itu, aroma badan yang dikeluarkan sangat mengganggu hidung.

Hal tersebut yang menjadi pijakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara melakukan razia gelandangan, anak punk, dan pengamen di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Jepara. Kepala Satpol PP Kabupaten Jepara Trisno Santosa melalui Kasi Peraturan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Jepara Pujo Prasetyo menyampaikan, banyak laporan dari masyarakat kepada pihaknya yang mengeluhkan keberadaan gelandangan.

“Kalau mereka bergerombol dengan peampilan seperti itu, pejalan kaki yang mau lewat kan menjadi terganggu dan tidak nyaman, apa lagi bagi remaja putri dan ibu,” urai Pujo di kantor Satpol PP Jepara.

“Dan bau badannya, huah, saya sampai ingin mutah,” imbuh Pujo.

Lebih lanjut Pujo menyampaikan, selain menertibkan gelandangan dan anak punk, jajarannya juga mengamankan sejumlah pengamen yang kerap memaksa meminta uang kepada penumpang bis.

“Di bangjo (traffic light) pertigaan Gotri, informasi yang kami terima para pengamen kerap memaksa meminta uang. Kemudian, banyak warga masyarakat yang menyampaikan kalau jalur Gotri sampai Welahan rawan copet. Nah, penertiban ini bagian dari membatasi ruang gerak mereka (copet),” papar Pujo.

“Mereka yang terjaring kami data dan diberi pembinaan, yang baunya tidak enak bahkan kami suruh mandi,” pungkas Pujo.

Artikel Terkait Lainnya