RSUD Kartini Gelar Konfrensi Pers

OLYMPUS DIGITAL CAMERADiduga akibat telatnya oprasi, yang mengakibatkan meninggalnya bayi pasangan Arif Rahman dan Umi Hasanah ,warga Desa Bangsri Jepara,RSUD Kartini Jepara gelar konfrensi pers.

Konfrensi Pers dipimpin wakil Direktur Pelayanan RSUD Kartini Jepara Dwi Susilowati,Wakil Direktur Umum dan Keuangan  Pursanto, Kasubag Hukum dan Humas Emy Haryati serta Kabid Pelayanan M Fahrudin.

Menejemen RSU Kartini menyatakan, penanganan yang dilakukan oleh rumah sakit terhadap pasien jaminan persalinan (jampersal) itu sudah sesuai dengan prosedur standar.

Dwi Susilowati menceritakan, penanganan yang sudah dilakukan terhadap pasien Umi Hasanah.  Menurut Susi, pasien merupakan pasien rujukan dari pukesmas bangsri,  dengan indikasi bekas operasi sesar lima tahuan yang lalu.

Pada saat pasien datang, lanjut Susi, belum didapati tanda-tanda persalinan dan belum ada indikasi medis untuk melakukan operasi sesar. Sampai dengan pukul 17.00 WIB kondisi ibu dan janin masih dalam kedaan baik-baik saja. Hal ini ditandai dengan pembukaan 3cm, mulut rahim menipis, kepala janin turun daa detak jantung janin masih baik.

Akan tetapi, satu jam kemudian, dokter memutuskan untuk melakukan operasi sesar karena detak jantung janin mulai menurun.

Menganai tudingan keluarga yang menyatakan rumah sakit lamban mengambil keputusan untuk melakukan operasi,Seperti yang di beritakan sebelumnya, Susi menyatakan apa yang diputuskan oleh tim dokter sesuai dengan pertimbangan dan kondisi medis pasien.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.