Ditinggal Istri Arifin Gantung Diri

Evakuasi jasad Arifin
Evakuasi jasad Arifin

Entah apa yang ada dalam benak fikirann Arifin (40), warga RT 2 RW 13 Dukuh Cobaaan Desa/Kecamatan Bangsri/Jepara, ia mengambil jalan pintas untuk mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,

Di pohon jambu biji di area pemakaman umum Slentreng Duku Cobaan. Jasad korban ditemukan warga saat akan berziarah di pemakaman umum Slentreng sekitar pukul 10.15 kemarin.

Arifin nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di akibatkan karena depresi, ia tak sanggup hidup setelah di tinggal istrinya dalam setahun terakhir.

Kapolres Jepara AKBP M Taslim Ch melalui Kapolsek Bangsri AKP Rismanto, mengatakan, saksi pertama yang melihat adalah Hadi setiono (45), warga RT 4 RW 13 Dukuh Cobaan Bangsri yang datang ke pemakaman untuk berziarah. Tiba-tiba melihat ada sesosok orang tergelantung di pohon jambu biji. Setelah itu dilaporkan warga ke polisi.

Rismanto menambahkan Arifin gantung diri dengan menggunakan selang air berwarna hijau. Korban Arifin menghilang dari rumah sehari sebelumnya dan tidak diketemukan hingga malam hari. ’’Pada Sabtu (12/4), korban pergi dari rumah pada sore hari tetapi hingga malam tidak pulang sehingga dicari keluarga, tetapi tidak ketemu. Pada Minggu  (13/4) ditemukan dalam kondisi gantung diri,’’ ucapnya.

Menurut keterangan keluarga, lanjut Rismanto, korban mengalami depresi atau stres karena sudah setahun ini ditinggalkan istri. Dengan kondisi itu, kuat dugaan penyebab korban gantung diri adalah masalah keluarga. ’’Saat ditemukan ukuran panjang badan korban sekitar 155 cm, panjang selang 4 meter, tinggi simpul tali di pohon dengan tanah 3,40 cm,’’ katanya.

Korban memakai celana jeans panjang warna biru, baju lengan panjang garis warna krem dan coklat muda. Menurut keterangan dokter Puskesmas Bangsri , kata Rismanto, di tubuh korban tidak terdapat tanda-tanda penganiayaan. ’’Saat ditemukan korban mengeluarkan sperma, keluar tinja, jari telunjuk kaki dan jari tengah luka dan mengeluarkan darah memar karena kena seng atap makam, jari kelingking kiri luka lecet, lidah agak menjulur, dan mata membuka,’’ urainya.

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa serta mendata kondisi tubuh korban, Polsek Bangri juga menurunkan dan membawa korban ke rumah keluarga. Polsek juga membuat surat pernyataan tidak menuntut dari orang tua korban, serta surat keberatan untuk dilakukan autopsi.

Artikel Terkait Lainnya