Pejabat Esselon Terlibat Narkoba Terancam Sanksi

Pakar kesehatan RSUD Jepara, dr Noorhayati saat menerangkan tentang bahaya Narkoba
Pakar kesehatan RSUD Jepara, dr Noorhayati saat menerangkan tentang bahaya Narkoba

Kabar terkait terlibatnya sejumlah pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Jepara yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba semakin gencar.

Kasus yang diduga melibatkan pejabat tingkat esselon II dan esselon III di lingkungan Pemkab Jepara itu mendapat respon dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat.

Kepala BKD Jepara Abdul Syukur menyatakan bahwa siapa saja yang berstatus PNS, jika terlibat dalam kasus penyalahgunaan narkoba akan dikenakan sanksi. Sanksi tersebut menyesuaikan dengan kadar keterlibatannya. Paling berat sanksi akan dikenakan pada orang tersebut adalah dicopot dari jabatannya.

“Selama ini saya belum pernah menangani kasus narkoba.Kalau melihat pengalaman yang sudah ada, dulu PNS yang tersangkut atau terlibat penyalahgunaan narkoba diberhentikan,” ujar Abdul Syukur Kamis (29/5) kemarin.

Baca juga:  Musisi Terjerat Kasus Narkoba Polisi Terus Perketat Pengawasan Saat Pentas Dangdut

Menurutnya, sebelum lebih jauh ke ranah sanksi tersebut, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak RSUD Kartini yang sebelumnya memberikan kabar tersebut dan dengan internalPemkab setempat. Untuk mendapatkan keterangan dan laporan yang lebih jelas terkait hal tersebut.

“Kita akan segera kroscek, karena kami selama ini belum mengetahui. Kita akan koordinasi dengan rumah sakit dan secara internal kami akan koordinasi dengan Setda,” ungkapnya.

Dia menerangkan, jika informasi adanya pejabat esselon atau PNS di Jepara yang terlibat kasus narkoba akan diberi sanksi sesuai dengan peraturan kepegawaian PP no.53 tahun 2010 tentang disiplin PNS.

Baca juga:  Sato Kembali Dibui

“Hukuman berat atau ringannya kita sesuaikan dengan peraturan kepegawaian tersebut. Kalau soal hukuman secara khusus tentang narkoba, kita serahkan itu ke pihak kepolisian. Itu ranah mereka,” terangnya.

Sementara itu, Dokter instansi penerima wajib lapor (IPWL) RSUD Jepara, dr Noor Hayati kembali menegaskan, bahwa siapa saja yang menjadi pecandu narkoba tidak akan terancam sanksi apapun jika sudah mendapatkan kartu pasien dari pihak rumah sakit.

“Untuk itu kami menghimbau bagi siapa saja yang sudah terlanjut menjadi pemakai narkoba untuk melapor dan menjadipasien rumah sakit, agar pengobatan dapat dilakukan dan terhindar dari ancaman hukuman,” ujarnya. (wyu)

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.