Hiburan Malam di Jepara Tutup Selama Ramadan

Satpol PP Kabupaten Jepara, menggencarkan razia tempat hiburan malam belum lama ini.
Satpol PP Kabupaten Jepara, menggencarkan razia tempat hiburan malam belum lama ini.

Pemerintah Kabupaten Jepara tahun ini memastikan semua tempat hiburan malam di wilayah Jepara di tutup total saat Bualn Suci Ramadan , hal ini mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2012 tentang keamanan, keindahan dan ketertiban (K3).


Hal ini di sampaikan kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara Trisno Santosa di kantornya (19/4). Trisno mengaku pihaknya telah mendapat Surat edaran dari bupati Jepara tentang kejelasan izin buka tempat hiburan selama bulan suci Ramadan. Di dalam isi surat tersebut tertera jelas bahwa selama Ramadan pengelola wajib menutup lokasi hiburan yang setiap harinya beroprasi.

Baca juga:  Kejari dan Pemkab Jepara Laksanakan Sosialisai DD dan TP4

“Surat ini berlaku bagi semua tempat hiburan seperti bar, kafe karaoke baik yang di hotel maupun di luar hotel” ucapnya.

Sementara itu, pihaknya sendiri sejak kemarin sudah melakukan sosialisasi dan mengedarkan surat yang turun langsung dari bupati, serta dia akan melakukan oprasi secara rutin untuk memastikan tak ada yang melanggar peraturan tersebut.

Trisno menegaskan, sesuai dengan perda, pengelola yang melanggar, akan di kenakan ancaman hukuman selama tiga bulan dan denda mencapai Rp 50 juta.

Sebelumnya, untuk menjaga kondusifitas Kabupaten Jepara menjelang bulan Suci Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara, menggencarkan razia tempat hiburan malam yang tersebar di beberapa titik di Kabupaten Jepara Senin malam (16/6). Tempat hiburan malam yang dirazia adalah yang berpotensi terjadi pelanggaran keamanan, keindahan, dan ketertiban (K3).

Baca juga:  Ketahuan Jual Miras Nelayan di Jepara di Ringkus Polisi

Razia yang dipimpin langsung Wakil Bupati Jepara Subroto tersebut, menyasar beberapa lokasi yang tersebar di sejumlah kecamatan. Sejumlah tempat hiburan berupa rumah karaoke tersebut berusaha menyamarkan aktifitasnya dengan menggunakan rumah warga, dan beberapa lainnya sudah menempel plang papan nama, namun ternyata setelah dicek tidak mengantongi izin operasi.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.