Menegur Pemuda Mabuk, Supriyanto Di Laporkan Polisi

Aksi Solidaritas warga Guyangan di Polsek Bangsri
Aksi Solidaritas warga Guyangan di Polsek Bangsri

Tindakan Supriyanto (51), yang menegur pemuda mabuk bernama Slamet Kurniawan (22), justru membuatnya harus berurusan dengan aparat Polsek Bangsri, Jepara, Jawa Tengah. Dan sangat dimungkinkan, sebentar lagi kakek berumur setengah abad lebih ini bakal menyandang status sebagai tersangka kasus dugaan pengeroyokan yang dilakukan secara bersama-sama.

Senin (2/6/2014) siang, Supriyanto yang tercatat sebagai warga Desa Guyangan Kecamatan Bangsri menjalani pemeriksaan perdana di Mapolsek Bangsri terkait kasus yang dituduhkan kepadanya. Puluhan kerabat maupun tetangganya terlihat ikut menunggui pemeriksaan Supriyanto. Aksi warga tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas karena mereka menilai tindakan Supriyanto yang menegur Kurniawan adalah perbuatan baik. Terlebih aksi Kurniawan yang mengendarai mobil dengan ugal-ugalan dan hampir menyerempet seorang bocah bernama Cinta Laura (4), merupakan tindakan yang tidak terpuji.

Baca juga:  Pemkab Jepara Lepas 1104 Calon Jamaah Haji

“Kami datang ke Mapolsek Bangsri atas inisiatif sendiri. Kami tak tega orang baik justru malah menerima nasib pahit hanya karena ulah pemuda mabuk,” kata juru bicara warga Guyangan Sugiyanto saat ditemui di Mapolsek Bangsri, Jepara, Senin (2/6/2014).

Slamet Kurniawan yang merupakan warga Desa Plajan Kecamatan Pakisaji, Jepara melaporkan Supriyanto ke pihak kepolisian atas tuduhan pengeroyokan. Dalam laporannya, Kurniawan mengaku tak tahu menahu alasan dijadikan sasaran pemukulan. Saat kejadian, ia sedang melintas di Desa Guyangan, namun tiba-tiba ditegur warga dan dikeroyok. Salah satu pengeroyok yang diketahuinya adalah Supriyanto.
Namun kronologis yang dibeberkan Kurniawan ini disangkal warga Guyangan. Menurut warga, saat kejadian tidak ada aksi pemukulan, namun hanya adu mulut.
“Waktu itu banyak warga yang menyaksikan kejadian itu. Jadi tidak benar dipukul. Memang pak Supriyanto itu sempat menempelkan tangannya ke kepala Kurniawan. Tapi itu kan njenggung (bahasa jawa) bukan memukul,” papar warga Guyangan lainnya, Indarwati.

Baca juga:  Libur Panjang Pantai Bandengan Ramai Pengunjung

Sementara itu, Kapolsek Bangsri AKP Rismanto mengatakan pihaknya sebenarnya sudah berupaya agar kasus ini bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Namun ternyata pihak terlapor yakni Supriyanto tidak mau karena merasa tidak bersalah.

“Kita hanya melaksanakan prosedur saja. Di satu sisi kita memang tidak boleh menolak laporan yang masuk ke kepolisian. Nanti biar pengadilan yang membuktikan benar tidaknya kasus ini,” tandasnya.

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.