Pekerja Anak Di Jepara Setiap Tahun Bertambah

Ilustrasi Pkerja Anak
Ilustrasi Pekerja Anak

Bertempat di Kampus Universitas Diponegoro Kelautan dan Perikanan Desa Teluk Awur Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara.Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Jepara menggelar bimbingan. Sebanyak 150 pekerja anak diikutkan bimbingan di shelter.


Langkah itu di lakukan bertujuan untuk mengurangi jumplah pekerja anak di Jepara yang setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, sampai Kabupaten Jepara dinobatkan sebagai kabupaten yang memiliki pekerja anak terbanyak se Jawa Tengah.

Koordinator Shelter Bimbingan Pekerja Anak Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Jepara, Muktiati, mengatakan peserta terdiri dari anak usia 9 hingga 17 tahun. “Dari 150 anak peserta bimbingan ini, 95 anak putus sekolah di tingkat SMP. Sisanya, 45 anak putus sekolah dasar.” kata Muktiati.

Baca juga:  Angka Produksi Perajin di Jepara Alami Penurunan

Muktiati menambhakan,mayoritas pekerja anak, bekerja di industri-industri rumahan.Seperti  industri mebel, ukir, batu-bata, dan garmen.

Pembinaan kepada pekerja anak ini telah di mulai sejak 21 mei lalu, dan akan berlangsung hingga 20 Juni mendatang.Setelah di beri bimbingan,selanjutnya di serahkan kepada Dinas Pendidikan dan Olahraga untuk mendaptkan rekomendasi dan melanjutkan pendidikan.

Sementara itu ,anak yang usianya kurang dari 18 tahun yang dipekerjakan berhak mendapatkan pembinaan. Namun syaratnya yang dikehendaki dari kementrian harus berasal dari keuarga sangat miskin, putus sekolah, dan memiliki kartu sosial, pungkas Muktiati.

Baca juga:  Danrem 073/Makutarama Hadiri Upacara Pembukaan TMMD di Lapangan Bantrung

 

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.