Polres kembali Bekuk Komplotan Pengedar Narkoba di Jepara

Komplotan Pengedar Narkoba di Jepara
Komplotan Pengedar Narkoba di Jepara

Polres Jepara kembali membekuk Komplotan Pengedar Narkoba di Jepara, tiga orang tersebut, masing- masing Galih Wijaya (28), warga RT 2 RW 9 Desa Jerukwangi Kecamatan Bangsri, Madiono alias Ontet (32), warga RT 1 RW 3 Desa Bondo Kecamatan Bangsri, dan Adi Tri Saputro (31), warga RT 7 RW 7 Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo.

Kasat Narkoba Polres Jepara AKP I Dewa Gede Mahendra menyampaikan, pengedaran narkoba di Jepara memang tergolong tinggi, pihak kepolisian masih menemui kesulitan untuk menghentikan pasokan narkoba ke Jepara. Sebab, mata rantai penyaluran narkoba masuk ke Kabupaten Jepara terputus.

“Barang lagsung di kirim oleh kurir ke alamat pemesan, para pemakai yang tertangkap enggan memberi keterangan”. kata Mahendra.

Baca juga:  UN Hari Pertama SLTA di Jepara Aman

Meskipun demikian, pihaknya terus berupaya untuk melakukan penyelidikan dan mengamankan orang-orang yang berkaitan dengan penyalagunaan narkoba ini.

Di tanya tentang tertangkapnya komplotan pengedar narkoba yakni Galih Wijaya (28), warga RT 2 RW 9 Desa Jerukwangi Kecamatan Bangsri, Madiono alias Ontet (32), warga RT 1 RW 3 Desa Bondo Kecamatan Bangsri, dan Adi Tri Saputro (31), warga RT 7 RW 7 Desa Karanggondang Kecamatan Mlonggo.

Mahendra menjelakan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat bahwa di Desa Kedungcino sering digunakan sebagai lokasi transaksi jual beli narkotika. Setelah dilakukan penyelidikan, pada Senin (9/6/) sekira pukul 20.00 WIB pihaknya berhasil membekuk satu orang yang diduga sebagai kawanan pengedar narkoba.

Baca juga:  Beras Raskin Dikeluhkan

“Untuk yang tertangkap pertama kali yakni Galih “. ungkapnya.

Galih tertangkap saat berada di warung makan Lamongan di Desa Kedungcino. Saat digeledah, polisi menemukan satu paket narkotika jenis sabu- sabu seberat 0, 105 gram yang dibuang tersangka di bawah meja makan. Galih mengaku mendaptkan barang haram tersebut dari Madiono. Kemudian Madiono ditangkap, dia mengaku mendapatkan pasokan barang dari Adi Tri Saputro, yang kemudian turut ditangkap pada hari yang sama.

Akibat perbuatan tersebut, ketiganya dijerat dengan pasal 114 ayat 1 dan pasal 112 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman maksimal kurungan 20 tahun dan denda maksimal Rp 10 Milyar.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.