Bule Manca Negara Ikut Rmaiakn Pesta Lomban Jepara

Sejumlah nelayan berebut sesaji kepala kerbau yang dilarung di tengah laut Jepara.
Sejumlah nelayan berebut sesaji kepala kerbau yang dilarung di tengah laut Jepara.

Pesta Lomban atau dikenal juga dengan nama oleh masyarakat Jepara sebagai bakda kupat dan bakda lomban adalah pesta masyarakat nelayan di wilayah Kabupaten Jepara dalam bentuk sedekah laut.Namun kini sudah menjadi milik keseluruhan masyarakat Jepara, bukan nelayan saja.

Pesta ini merupakan puncak acara dari Pekan Syawalan yang diselenggarakan pada tanggal 8 syawal atau 1 minggu setelah hari Raya Idul Fitri yang dirayakan di banyak daerah di Jawa Tengah. Pusat perayaan ini berada di Pantai Kartini Jepara.

Masyarkat Jepara sejak pagi hari (4/8) sudah membludak memadati dermaga tempat pelelangan ikan (TPI) Ujung Batu Jepara yang menjadi lokasi awal pelarungan sesaji kepala kerbau tersebut.

Tak hanya itu Pesta Lomban atau dikenal juga dengan nama oleh masyarakat Jepara sebagai bakda kupat dan bakda lomban juga di minati wisatawan asing, terbukti banyak wisata asing yang mengikuti prosesi pelarungan sesaji kepala kerbau ke tengah laut dengan mengendarai kapal Speedboat.

Berdasarkan pantauan Radio R-lisa, Sesaji kepala kerbau yang awalnya ditempatkan di aula TPI Ujungbatu. Setelah didoai oleh tokoh agama, kepala kerbau dan berbagai jajan pasar yang ditempatkan dalam miniatur perahu lantas dibawa ke kapal utama yang terparkir di tepi dermaga.

Setelah itu, kapal utama yang dinaiki pejabat teras lintas instansi di Kabupaten Jepara itu melaju ke tengah laut. Puluhan kapal nelayan dan speedboat kepolisian, BPBD, Tim Sar dan KPLP Jepara terlihat mengiringi di sisi kiri, kanan maupun belakang kapal utama tersebut. Sejumlah speedboat yang ditumpangi bule asing juga terlihat dalam iring-iringan tersebut. Beberapa diantara mereka terlihat berusaha mengabadikan momen tersebut dengan kamera yang dibawanya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 25 menit, mesin kapal utama berisi sesaji kepala kerbau pun dimatikan. Lagi-lagi tokoh agama pun merapalkan doa. Setelah itu, replika perahu berisi kepala kerbau dan jajan pasar pun diceburkan ke laut.
Nelayan yang menumpang sejumlah kapal pun langsung ikut menceburkan diri.

Mereka berebut kepala kerbau dan berbagai jajan pasar itu. Beberapa diantaranya mengambil air laut di sekitar jatuhnya sesaji kepala kerbau itu. Air yang ditaruh di ember plastik itu lantas disiramkan ke badan kapal yang dinaikinya.
“Kami percaya ini membawa berkah. Semoga setahun ke depan Yang Maha Kuasa memberi keselamatan dan rejeki berlimpah dari laut,” kata salah seorang nelayan, Kaslan, Senin (4/8).

Sementara itu Wakil Bupati Jepara, Subroto mengatakan pihaknya memang berkomitmen melestarikan tradisi sedekah laut lomban syawalan yang sudah berjalan turun temurun tersebut. Mulai tahun ini, pihaknya berusaha mengawinkan tradisi tersebut dengan kegiatan yang mempunyai nilai ekonomi.

Yakni dengan menggelar Syawalan Expo yang digelar di Pantai Kartini. Syawalan Expo diisi oleh puluhan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang memproduksi berbagai produk mulai dari tenun troso, mebel dan ukiran, aneka kuliner, makanan ringan, mainan anak dan lain sebagainya.

“Lomban Syawalan ini didatangi lebih dari 20 ribu orang. Anggap saja ada 1/3 atau separo dari pengunjung itu tertarik dan bahkan membeli produk UMKM itu maka manfaat ekonominya sangat besar sekali bagi warga Jepara,” tandasnya.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.