Fasilitas kesehatan minim, Bayi di Karimunjawa Meninggal

bayiii karimAkibat kurangnya fasilitas kesehatan di kepulauan karimunjawa Jepara, menjadi faktor meninggalnya seoarang bayi pasutri Khulafaur Rosyidin (40) dan Jumiyarti (38), warga RT 3 RW I Kepulauan Karimunjawa Kabupaten Jepara.

Bayi pasutri Khulafaur Rosyidin – Jumiyarti lahir dengan kondisi sungsang pada Senin (18/8) malam di Puskesmas Karimunjawa. Saat lahir, bayi tersebut tidak bisa menangis dan kesulitan bernafas. Tenaga medis di puskesmas tersebut berusaha memberikan bantuan seadanya. Maklum saja, peralatan medis maupun tenaga medis di Puskesmas Karimunjawa memang terbatas.

Untung saja, nyawa bayi itu masih bisa ditolong. Namun tim medis menyarankan agar bayi beserta ibu yang melahirkannya segera dirujuk ke RSUD Kartini Jepara. Namun karena malam itu tidak ada kapal yang melayani rute Karimunjawa – Jepara, akhirnya bayi laki-laki tersebut baru bisa dibawa pada Selasa (19/8) siang.

“Bayi lahir sungsang memang berpotensi besar mengalami gangguan oksigenasi. Makanya kita rujuk ke RSUD Jepara yang fasilitasnya lebih lengkap,” ujar satu-satunya dokter yang bertugas di Kepulauan Karimunjawa, dr Manaf.

Manaf melanjutkan, setelah menempuh perjalanan laut selama sekitar 4 jam, Selasa (19/8) sore bayi dan ibunya tiba di RSUD Kartini Jepara. Keduanya langsung mendapat perawatan intensif. Namun sekitar pukul 22.30 WIB, bayi yang baru berusia 1 hari tersebut meninggal dunia.

Rabu kemarin, bayi pasutri dari keluarga kurang mampu tersebut dibawa pulang ke Karimunjawa untuk dimakamkan oleh pihak keluarganya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jepara Subroto mengatakan jajarannya mengucapkan bela sungkawa terkait musibah yang dialami pasutri Khulafaur Rosyidin – Jumiyarti. Pihaknya berharap kasus serupa tidak terulang lagi di kemudian hari.

Ke depan, Subroto berkomitmen untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Jepara. Khusus Kepulauan Karimunjawa, pihaknya sudah menginstruksikan kepada jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Jepara untuk menginventarisir beragam persoalan terkait layanan kesehatan di sana. Mulai dari urusan infrastruktur, peralatan kesehatan hingga tenaga medis yang bertugas di pulau terluar Jepara tersebut.

“Yang kurang akan kita tambahi dan lengkapi. Bagaimanapun juga mereka itu warga kita yang harus mendapat layanan kesehatan memadai seperti saudara-saudaranya yang ada di daratan Jepara,” tandas Subroto.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.