Kurang fasilitas Kesehatan Bayi Premature Lahir dan Meninggal di Tengah Laut

Suciutami (32) warga RT 04/01 Kepulauan Karimunjawa melahirkan bayinya di tengah laut naas nyawa bayi tidak dapat di tolong Kamis (21/8)
Suciutami (32) warga RT 04/01 Kepulauan Karimunjawa melahirkan bayinya di tengah laut naas nyawa bayi tidak dapat di tolong Kamis (21/8)

Setelah sebelumnya bayi pasangan Khulafaur Rosyidin (40) dan Jumiyarti (38) warga RT 03/01 Kepulauan Karimunjawa Selasa malam (19/08) meninggal dunia di RSU Kartini Jepara karena minimnya kelenggapan medis yang ada dikarimunjawa . Kali ini kabar duka juga menyelimuti keluarga Muhlisin (36) dan Suciutami (32) warga RT 04/01 Kepulauan Karimunjawa karena pada Kamis (21/08) bayi Suciutami meninggal dunia karena lahir secara premature ditengah laut .

Suciatmi yang hamil 26 Minggu atau kurang dari 7 bulan itu , mulai hari ini sudah merasa sakit dan serasa bayi yang dikandungnya berasa akan lahir . Setelah dibawa ke Puskesmas Karimunjawa . Pihak Puskesmas Karimunjawa menyarankan untuk dirujuk ke RSUD Kartini Jepara .

” Kandungan baru 26 Minggu dan bayinya belum cukup umur, makanya kami sarankan untuk dirujuk ke RSUD Kartini untuk menolong ibu dan bayi itu sendiri karena tadi sudah mengalami pendarahan ,” Ujar Dokter Manaf yang merupakan satu satunya dokter yang ada di Karimunjawa .

Karena hari ini tidak ada angkutan kapal yang menyebrang dari Karimunjawa ke Jepara , akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk menyewa perahu nelayan untuk menyebrang ke daratan Jepara . Dengan harapan bisa membawa ke RSUD Kartini Jepara dan menolong ibu serta sang jabang bayi .

Namun sayang , untuk menempuh perjalan laut menuju ke Jepara membutuhkan waktu +- 5 jam jika menggunakan perahu nelayan , baru perjalanan sejam bayi dari ibu Suciutami lahir premature ditengah laut .

” Resiko besar sekali meninggal kalau kasus prematur , karena sebenarnya bayi tersebut belum siap lahir, info yang saya dapat dari bidan Nurwahidah yang mendampingi ibu Suciutami diatas perahu , bayi tersebut lahir secara premature dengan berat hanya 1,1 Kg ,” Ungkap Manaf .

Hingga akhirnya , perahu yang rencananya mau ke Jepara untuk menolong Suci utami serta jabang bayi itu , harus putar balik ke krimunjawa untuk mempersiapkan proses pemakaman bayi . (Fer)

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.