Dubes Indonesia untuk Aljazair Niam Salim Dimakamkan di Jepara

Prosesi pemakaman Duta besar (Dubes) Indonesia untuk Aljazair, Ahmad Niam Salim (48) Sabtu siang (20/9/2014) di Desa Banjaran Banggsri Jepara
Prosesi pemakaman Duta besar (Dubes) Indonesia untuk Aljazair, Ahmad Niam Salim (48) Sabtu siang (20/9/2014) di Desa Banjaran Banggsri Jepara

Rombongan pembawa peti jenazah, Duta besar (Dubes) Indonesia untuk Aljazair, Ahmad Niam Salim (48) yang meninggal dunia Rabu (17/9/2014) sekitar pukul 07.00 (waktu Indonesia) setelah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Perancis akibat stroke. Tiba di RT 02 RW 08 Desa Banjaran Bangsri Jepara sabtu (20/9/2014) pukul 11.00.

Jenazah di serahkan kepada keluarga dan di semayamkan di makan milik keluarga pukul 12.00 almarhum Ahmad Niam Salim (48) di makamkan berdampingan dengan ayahanda yakni KH Noor Khalim (Alm). Dalam acara pemakaman di hadiri banyak masyarakat dan teman mendiang, Jenazah juga di hantarkan lansgung oleh Duta Besar Aljazair untuk indonesia Kharim Bil Arraby, Kemenlu Aljazair MR Nazir Busry dan Sekjen Kemenlu Kristiarto Legawa, Bupati Jepara serta Forkopinda .

Kemenlu Kristiarto Legowo Berkabung atas meninggalnya duta besar Ahmad Niam Salim. Kemenlu tidak akan melupakan jasa-jasa almarhum.
Menurutnya, Ahmad Niam Salim adalah Putera terbaik di kenal sebagai seorang diplomat yang memiliki dedikasi sebagai duta besar. Serta Memajukan hubungan dua bangsa. Tetapi juga sangat dicintai oleh seluruh staf di kedutaan Aljazair, Juga dicintai masyarakat aljazair.

“Niam Salim adalah Putera terbaik di kenal sebagai seorang diplomat yang memiliki dedikasi sebagai duta besar” ungkapnya.

Ahmad Niam Salim yang merupakan alumni Fakutas Tarbiyah jurusan Bahasa Inggris IAIN (sekarang UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dan mantan wartawan Wawasan Semarang, sebelumnya tak sadarkan diri Sabtu (13/9/2014) petang dan dibawa ke rumah sakit di Aljazair.

Tetapi karena tak kunjung siuman, dua hari berikut atau Senin sore dilarikan ke Perancis untuk mendapatkan penyembuhan. Tetapi Tuhan ternyata berkehendak lain, Ahmad Niam harus menghadap sang Khaliq di saat menuju puncak karir. Niam pernah menjadi Ketua DPW Ansor Jateng, Ketua DPP Ansor dan aktif di partai politik PKB.

Ahmad Niam Salim merupakan putra ke 4 dari 8 bersaudara pasangan KH Noor Khalim (Alm) – Azizah, meninggalkan dua anak, yaitu putri Ginfa Aulia (16) pelajar SMAN 3 Semarang dan Abdullah Aufa Al Ghiffari (11) kini duduk di kelas V Sekolah Dasar (SD) di Aljaza.

Artikel Terkait Lainnya