Nelayan Jepara Resah Jika BBM Naik

Perahu nelayan berukuran kecil, bersandar di sepanjang sungai.
Perahu nelayan berukuran kecil, bersandar di sepanjang sungai.

Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pemerintah dikeluhkan nelayan, terutama nelayan tradisional di Kelurahan Jobokuto, Kabupaten Jepara. Menurut mereka kenaikan itu dapat memicu terjadinya lonjakan biaya berbagai kebutuhan bahan pokok dan itu tak sebanding dengan hasil tangkapan nelayan.

Salah seorang nelayan, Mat Ali mengatakan, rencana kenaikan harga BBM itu selain membuat resah juga akan membuat masalah baru bagi nelayan.

“Bahan bakar minyak harga yang sekarang saja kami masih merasa terbebani , apalagi kalau di naikan menambah beban baru buat kami nelayan kecil” katanya, Selasa (11/11).

Selain susah dalam memperoleh kebutuhan bahan bakar solarnya, di lain sisi biaya operasional juga akan semakin tinggi. Untuk itu, Mat Ali berharap pemerintahan membatalkan rencana kenaikan BBM tersebut. Karena hal itu sangat memberatkan para nelayan jika benar-benar naik.

Baca juga:  Nilai Ekspor Jepara Capai Lebih Dari USD 131 miliar

Tak hanya Mat Ali saja, hal senada juga diungkapkan istri nelayan di kelurahan Jobokuto, Kabupaten Jepara, Pujiyati. Menurut Pujiyati jika harga BBM naik akan membuat harga kebutuhan pokok naik melambung tinggi, sehingga menambah beban baru untuk keluarga.

“Harga kebutuhan pokok sekarang seperti cabai mulai naik, ini saja BBM belum di naikan bagaimana kalau sudah pasti harga kebutuhan pokok lainya ikut naik” ungkapnya.

Sebagian besar warga Kelurahan Jobokuto, Kabupaten Jepara menggantungkan hidupnya sebagai nelayan. Setidaknya ada 200 perahu nelayan berukuran kecil, bersandar di sepanjang sungai. Para nelayan berharap, pemerintah mengurungkan niatnya untuk menaikan harga bahan bakar minyak. ( Ferdy K)

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.