Puluhan PK Terjaring Razia Satpol PP

Puluhan PK yang terjaring di beri pengarahan di kantor Satpol PP Kabupaten Jepara
Puluhan PK yang terjaring di beri pengarahan di kantor Satpol PP Kabupaten Jepara

Puluhan pemandu karaoke (PK) yang berada di pusat wisata kuliner pungkruk terjaring razia penertiban Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara sabtu (15/11 ) malam.

Puluhan pemandu karaoke tersebut terjaring saat menunggu tamu dan berpakaian sexi. Puluhan pemandu tersebut di giring ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jepara untuk di data.

Kepala Satpol PP Kabupaten Jepara Trisno Santosa mengatakan, razia penertiban pemandu karaoke tersebut dalam rangka untuk mengembalikan citra pungkruk sebagai pusat wisata kuliner.

Trisno menilai karaoke di pungkruk sudah sangat menganggu karena pemandu karaoke berpakaian seronok sehingga wisata kuliner di pungkruk sudah berubah fungsi .

Baca juga:  Ketertiban Berlalu Lintas di Jepara Masih Minim

“Penertiban ini untuk membina pemanandu karaoke agar tidak memakai pakain yang seronok sehingga orang yang mau kuliner tidak terganggu” ungkapnya.

Lebih lanjut Trisno mengatakan, karaoke di pungkruk tetap di izikan untuk membuka usahanya namun jika masih ada pemandu karaoke yang maish kedapatan memakai pakainya minim pihaknya tidak segan- segan untuk menutup usaha karaoke tersebut.

“Kami tidak main-main jika setelah ini masih ada pemandu karaoke yang masih berpakain seronok kami akan mengancam yang bersangkutan dengan perda tipiring dengan ancaman 3 bulan denda 50 juta” tegasnya.

Trisno berharap meski ada karaoke, akan tetapi karaoke yang santun dan pemandu karaoke tidak berpakain seronok agar tidak menggangu masyarakat yang berwisata kuliner.

Baca juga:  Polres Jepara Buru Pelaku Begal

Sementara itu Ketua Paguyuban Pungkruk (Papeku) Basuki mengatakan, pihkanya sudah sering mengingatkan agar pemandu karaoke berpakaian sopan, akan tetapi pada kenyataanya selama ini masih ada yang berpakaian sexi.

“Kami sering mengadakan pertemuan setiap hari senin malam di antaranya untuk membahas tentang pakaian, namun pada kenyataanya tidak di tanggapi rekan kerja dengan serius, di kira ini adalah rekayasa dari paguyuban ” ucapnya.

Dengan adanya kejadian seperti ini Basuki berharap semoga rekan pemandu karaoke agar mentaati peraturan yang ada dan hal ini bukanlah rekayasa dari paguyuban. (Ferdy K)

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.