Harga Elpiji di Karimunjawa Melambung

LpgSalah satu penjual elpiji di Karimunjawa, Rifa (35) mengatakan, saat ini dia menjual elpiji ukuran 3 kilogram pada kisaran Rp. 29.000,- per tabungnya.

”Untuk pegecer saya jual 29 ribu tapi untuk orang yang mau menjual lagi saya hargai 27 ribu,” katanya.

Meski pemerintah Jepara belum menaikkan harga eceran tertinggi (HET), namun elpiji di Karimunjawa dijual dengan harga yang melambung. Hal tersebut terjadi pasca kenaikan BBM beberapa waktu lalu. Kenaikan harga ini disebabkan karena naiknya biaya angkut kapal serta jasa kuli.

Sebelum kenaikan BBM, Rifa menjual elpiji 3 kilogram Rp. 25.000,-. Kenaikan terpaksa diberlakukan untuk menutup biaya angkut kapal dan kuli.

Baca juga:  LSM Aliansi Indonesia Tangkap Satu Truk Gas Elpigi Yang Diduuga Ilegal

”Saat ini per tabungnya kena biaya Rp. 4000 di kapal, dulunya hanya Rp. 3000. Belum lagi biaya kuli dari pangkalan Jepara ke dermaga dan dari Dermaga Karimunjawa ke toko yang bisa mencapai Rp. 15.000 per tabungnya. Semua biaya itu ditanggung perorangan,” jelasnya.

Mengenai harga BBM bersubsidi, Rifa menyatakan, saat ini dia menjual BBM eceran seharga Rp 11.000. Naik seribu rupiah dibandingkan sebelum ada kenaikan BBM.

Sidiq Yanutrioto Kasubag Ekonomi Daerah Bagian Perekonomian Setda Jepara, mengatakan, pihaknya sudah melakukan monitoring di pulau terluar Jepara tersebut akhir pekan kemarin.

Baca juga:  Jepara Butuh 12 Juta Tabung LPG Melon Pertahun

“Secara umum lancar, namun harganya memang cukup tinggi. Meski merupakan barang bersubsidi yang sudah ditentukan HET-nya, namun pihaknya tak bisa bertindak tegas terhadap para penyalur di Karimunjawa,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil monitoring, harga elpiji 3 kilogram berkisar Rp. 27.000 – 28.000. Melihat kondisi di lapangan biaya pengangkutan mahal. Terlebih sampai kini masyarakat setempat tak ada yang keberatan, yang terpenting stoknya tetap lancar.

Artikel Terkait Lainnya