Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan Study Banding ke Jepara

Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan Study Banding ke Jepara tentang Restribusi kepelabuhan belum lama ini.
Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan Study Banding ke Jepara tentang Restribusi kepelabuhan belum lama ini.

Kabupaten Jepara kembali membuktikan keberhasilanya dalam pembentukan Perda Retribusi Kepelabuhan. Meski Potensi jasa kepelabuhan ini relatif kecil dibanding daerah lain tetapi Jepara telah membuat dan melaksanakannya sejak tahun 2004.

Terkait hal inilah Pansus I selaku tim penyusun Ranperda Retribusi Kepelabuhan Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan melaksanakan study banding di Jepara belum lama ini.

Najamudin Ketua tim penyusun Ranperda Retribusi Kepelabuhan Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan menyatakan,kedatangannya ke Jepara tujuan utamanya adalah ingin mengadopsi berbagai peraturan retrubudi yang ada di Jepara. Utamanya retribusi kepelabuhan yang ada dan telah dilaksankan selama ini.

“saat ini kami baru menggodok Ranpenda tersebut dan memerlukan banyak masukan dari berbagai pihak untuk kelancaran dan kesusksesan. Baik dari sisi pembuatan perda maupun pelaksanaan kedepan nantinya”,ucapnya.

Baca juga:  Lakukan Pemantauan Tim Temukan Zat Kimia Berbahaya

Disampaikan juga, lanjut Najamudian bahwa Kabupaten Luwu Timur adalah kabupaten pemekaran yang memiliki banyak pelabuhan dan danau yang menghubungkan antar wilayah kecamatan. Bahkan kini ada 4 danau yang mulai dibangun pelabuhan kecil untuk transportasi kapal
diatas 50 GT. Inilah salah satu permasalahan yang ingin dipecahkan melalui study banding di Jepara.

Sementara itu Asisten I Sekda Jepara Junaidi mengatakan, di kabupaten Jepara era retribusi kepelabuhan diawali sejak otonomi daerah. Kantor pelabuhan penyeberangan dilimpahkan ke daerah, termasuk didalamnya hasil PNPB (Penerimaan Daerah Bukan Pajak).

Selanjutnya, ungkap Junaidi tahun 2004 dibuat perda jasa kepelabuhan dan terakhir didukung dengan perbup tahun 2011. Dalam peraturan daerah tersebut memilah retribusi ini menjadi 3 kategori. Pertama jasa kepelabuhan, Kedua barang dan ketiga alat kepelabuhan lainnya.

Baca juga:  Dengan HAN dan HARGANAS Kita Bangun Kader Bangsa Melalui Keluarga Yang Berketahanan

“Dalam hal ini ditetapkannya Karimunjawa sebagai spirit kepariwisataan sangat mendukung. Dimana dalam hal ini propinsi juga terus mendukung dengan keberdaan Kapal Kartini I dengan waktu ntempuh 2,5 jam ke Karimunjawa”ugkapnya.

Junaidi menambahkan,perkembangan pesat terjadi di Karimnujawa yang mampu menjadi destinasi pariwisata nasional. Maka disusul dengan keberadaan kapal Ekspres Bahari dengan waktu tempuh 2 jam serta kapal ASDP. Dari sinilah akhirnya muncul biro-biro perjalanan dengan paket wisata nasional ke Karimunjawa yang turut meningkatkan jasa kepelabuhan yang luar biasa.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.