Penyalagunaan Narkoba, Jepara Masuk Sepuluh Besar Kota di Jawa Tengah.

NarkobBerdasarkan data yang dimiliki Kejaksaan Negeri (Kejari) Jepara, kasus narkoba yang ada di Jepara selama setahun 2014 lalu hanya 29 kasus yang disidangkan dan memperoleh putusan pengadilan. Dari 29 kasus tersebut, yang mendapatkan putusan pengadilan tertinggi hanya enam tahun penjara dan denda Rp 1 miliar.

“2014 lalu, kami Pengadilan Negeri Jepara memutus 29 kasus narkoba. Kebanyakan putusan dibawah tuntutan Jaksa sehingga beberapa kali harus diselesaikan dengan banding dan kasasi,” kata Kapala Seksi Pidana Umum Kejari Jepara Frenky Silaban (20/1).

Baca juga:  Ribuan Masyarakat Saksikan Pesta Baratan Jepara 2014

Frenky menjelaskan, dari puluhan kasus yang telah dilimpahkan, disidangkan, dan memperoleh putusan selama 2014 lalu, rata-rata kepemilikan narkoba oleh terpidana masih di bawah satu gram. Selain itu, kasus narkoba juga kerap kali merupakan kasus limpahan dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng.

“Dari jumlah barang bukti yang dimiliki tersebut meringankan bagi terdakwa dalam persidangan, sehingga hakim kerap memberikan putusan di bawah tuntutan Jaksa. Padahal, seringkali jaksa menuntut terdakwa dengan menggunakan pasal 112 dan pasal 114 dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika. Didalamnya, tertuang hukuman penjara sekurang-kurangnya empat tahun dan maksimal 12 tahun,” Jelasnya.

Frengky menambahkan, jumlah kasus narkoba di Jepara memang cukup tinggi dibanding kota lain di Jawa Tengah. Dalam perhitungannya, Jepara masuk dalam sepuluh besar sebagai kota dengan penyalahgunaan narkoba se-Jawa Tengah.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.