2016 Angka Kemiskinan, Buta Aksara, dan Pengangguran Dijanjikan Menurun

IMG_0015Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jepara menunjukkan angka kemiskinan pada 2013 di kabupaten Jepara tercatat masih 9,23 persen. Angka ini lebih rendah dari jumlah kemiskinan di seluruh wilayah di Provinsi Jawa Tengah yang sebesar 14,44 persen, maupun angka kemiskinan nasional yang sebesar 11,37 persen.

Meski demikan, angka kemiskinan harus tetap ditekan. Sebab hal ini sudah menjadi amanat Undang-undanga. Hal itu dikatakan Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Tahunan, beberapa waktu lalu.

Ahmad Marzuqi menerangkan, di Jepara memang masih terdapat beberapa permasalahan. Tapi dari semua permasalahan tersebut ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian bersama dan menjadi prioritas. Prioritas pembangunan pada 2016 adalah percepatan pengurangan kemiskinan, pemberantasan buta aksara dan mengurangi pengangguran.

“Angka melek huruf sebanyak 94,26 persen pada 2013. Jadi masih ada 5,74 persen warga Jepara yang masih belum bisa baca tulis. Kami  juga menargetkan penurunan tingkat pengangguran terbuka sebesar 4,66 hingga 4,43 persen,” paparnya.

Di samping itu masih ada lagi yang harus diperhatikan bersama, menurut Marzuqi adalah masalah peningkatan infrastruktur dan pembangunan kedaulatan pangan. Yang terpenting lagi adalah memastikan pencapaian target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sesuai tahapan yang diatur Perda No. 11 tahun 2012 tentang RPJMD tahun 2012-2017.

Marzuqi menambahkan, arah dan prioritas pembangunan daerah tahun 2016 akan dilaksankan secara strategis dan berkesinambungan. Realisasinya, pembangunan meliputi urusan UMKM, pertanian, kehutanan, kelautan perikanan, kesehatan, urusan pendidikan serta urusan pemuda dan olah raga.

  • La saiki do keset kerjo. Pikirane do mabok kr nntn orkes. Karipan do roso2. .