Bayi Penderita Hidrocepalus Belum Mendapat Pengobatan Maksimal

IMG_20150226_110451Lantaran tak memiliki biaya, Ahmad Syahrul Gunawan, berusia 5 bulan penderita hidrocepalus sejak lahir hinga saat ini tak pernah mendapatkan pengobatan yang maksimal. Bayi pasangan Sumanah (28) dan Purwadi (37) warga RT 03 RW 07 Desa Krapyak, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Saat ini kondisi tubuh bayi berusia lima bulan itu pun terlihat sangat lemas. Urat-urat di bagian kepala semakin jelas terlihat lantaran kondisi kepala yang semakin membesar dan melunak. Bahkan dengan kondisi itu pula membuat si bayi sering menangis setiap saat Memang menderita hidrocepalus sejak lahir.

Ayah dari bayi itu, Purwadi mengatakan, saat ibunya mengandung Ahmad tidak pernah mengeluh apapun dan tak ada tanda tanda yang menunjukkan akan menderita hidrocepalus.

Ayah Ahmad yang hanya berprofesi sebagai buruh tukang kayu merasa sulit untuk mencari pengobatan anaknya. Dengan penghasilan setiap hari yang tidak menentu, membuatnya tidak sanggup untuk mengoperasikan anak ke-tiga dari tiga bersaudara itu.

“Sejak lahir langsung dirawat di RS Kartini selama 10 hari, kemudian disarankan untuk dilakukan operasi di Semarang. Karena biaya operasi terlalu mahal sampai saat ini kami belum mampu,” ujar Purwadi, Kamis (26/2).