Beras Raskin Dikeluhkan

DSC_0103Beras bersubsidi yang diperuntukan bagi warga tidak mampu dianggap tidak layak dikonsumsi. Pasalnya berwarna kekuning-kuningan dan berbau apek, sehingga disayangkan kualitas beras yang diterima dari Bulog tersebut.

“Raskin yang baru saja kami terima pada Kamis (5/2) pagi sangat tak layak. Beras yang ada dalam karung, berbau apek dan struktur biji berasnya sudah tidak utuh alias hancur. Dugaan kami, ini beras lama yang dicampur dengan beras yang masih lumayan baru. Bahkan beras lamanya lebih dominan daripada beras baru,” hal itu di ungkapkan Carik Desa Plajan yang juga Ketua Raskin Desa, Hadi Patmo.

Baca juga:  DPRD Jepara Tetapkan Tiga Ranperda

Hadi menerangkan, beras tersebut diperuntukkan bagi 842 rumah tangga sasaran. Setiap Kepala Keluarga (KK) miskin mendapatkan jatah 15 liter dengan harga Rp 1.600 per-liter .

“Meski yang mendapatkan beras ini adalah warga miskin, bukan berarti mereka tidak dapat membedakan antara beras yang layak dan tidak,” kata Hadi.

Lantaran kualitas raskin yang diterimanya tidak layak konsumsi, lanjut Hadi, jika ada penolakan serta keluhan dari warga, maka Pemdes Cipelang akan mengembalikan beras tersebut dan meminta uang yang telah disetorkan agar dikembalikan.

Baca juga:  Ribuan Masyarakat Saksikan Pesta Baratan Jepara

Menanggapi kondisi tersebut, pihaknya mengaku langsung menghubungi pihak Bulog melalui distributor. Menurutnya, pihak Bulog telah menyatakan bertanggung jawab atas semua beras yang didistribusikan. Jika memang tidak layak dan warga tidak bersedia menerima, maka dapat dilaporkan dan diusahakan akan diganti.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.

1 Komentar