Bulungan Sebagai Sentra Almari di Jepara

DSC_0026Pemerintah Kabupaten Jepara terus mendorong agar potensi yang ada di setiap desa di Jepara terangkat. Sebagai kawasan industri mebel almari di Jepara dan banyaknya masyarakat yang berprofesi sebagai pengrajin almari, Pemerintah Kabupaten Jepara mencanangkan Desa Bulungan Kecamatan Pakisaji sebagai kawasan industri mebel almari di Kota Ukir.

Wakil Bupati Jepara, Subroto mengatakan, ada banyak varian produk almari yang dihasilkan para pengrajin Desa Bulungan. Baik berupa almari pakaian, almari hias, maupun almari rak buku. Beberapa tipenya seperti almari mawar, peluru, majahapit, rahwana, tiara, kanopi, minimalis, tambang, selendang dan lain sebagainya. Harga tiap almari juga berbeda-beda, tergantung ukuran, kualitas kayu jati yang digunakan, bentuk dan lain sebagainya.

Baca juga:  SVLK Dapat Digantikan Dengan DKP

“Pemkab memang terus mendorong agar potensi yang ada di tiap desa di Jepara terangkat. Semoga dengan pencanangan ini almari produksi Bulungan bisa lebih dikenal luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Subroto di Balai Desa Bulungan saat Pencanangan Desa Bulungan sebagai sentra penghasil almari di Jepara(8/2).

Menurut Subroto, ada sejumlah syarat yang wajib dipenuhi agar almari produksi Bulungan bisa lebih me-nasional bahkan internasional. Kualitas produk hingga urusan pemasaran harus digarap serius. Dan tak kalah pentingnya juga harus ada kekompakan dan persatuan antar berbagai elemen terkait. Hal ini penting agar kompetisi yang muncul cenderung positif. Bukan sebaliknya, saling menjatuhkan sesama pelaku usaha mebel.

Baca juga:  Asmindo Akan Gelar IFFINA ke -9

“Kalau buat produk itu yang bagus. Untuk level ke bawah buat yang bagus di kelasnya. Level menengah bagus di kelasnya juga. Dan top of the top semisal untuk orang kaya buat juga yang bagus di kelasnya, pungkas Subroto.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.

1 Komentar