Dana Peringatan Hari Jadi Jepara Dinilai Terlalu Mewah

Festival_Kartini2Direktur Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) NU Jepara, Lukman Hakim menilai, dana Rp 1,3 miliar yang akan dibelanjakan untuk peringatan hari jadi Kota Jepara ke-466  terlalu mewah dan mahal bagi publik.

“Pembelanjaan dana sebesar itu hanya menyakitkan orang-orang miskin di Jepara. Harus diakui, masih banyak warga miskin di Jepara” kata Lukman.

Menurut dia, kenyataan ini membuktikan revolusi mental maupun reformasi birokrasi yang banyak disuarakan belum terjadi di Jepara. Sebab logikanya, Pemkab harus lebih bersemangat mencari cara mensejahterakan rakyatnya.

Baca juga:  Pemkab Jepara Lakukan Fogging dan Galakkan Gerakan 3M Plus

Bukan untuk bermewah-mewahan. Dia menuturkan, makna peringatan hari jadi selayaknya dijadikan momentum untuk melakukan refleksi dan evaluasi terkait kondisi dan perjalanan Jepara dari masa ke masa. Baik dari aspek pembangunan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya. Tidak kemudian diperingati dengan bermewah-mewahan.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan Hadi Priyanto menerangkan, Pemkab Jepara menilai dana perayaan yang mencapai Rp 1,3 miliar masih rendah. Meski perhitungannya membutuhkan dana Rp 1,3 miliar, dalam prakteknya bisa saja berubah tergantung dari dana sponsor yang dapat diperoleh dari upaya panitia untuk menggandeng sejumlah perusahaan.

Baca juga:  Gelombang Tinggi Nelayan Jepara Kesulitan Melaut

”Dana segitu masih kecil jika dibandingkan dengan kucuran dana dalam peringatan yang sama di daerah lain,” tandasnya.

Perayaan tersebut, lanjut Hadi, tidak bisa dibandingkan dengan pembangunan infrastruktur jalan. Saat ini memang banyak komentar yang ”menghujat” acara yang akan membelanjakan dana miliaran. Sebab, menurutnya, warga Jepara belum banyak mengetahui jika agenda promosi dan kebudayaan sama pentingnya dengan pembangunan infrastruktur.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.

1 Komentar