Kurang Dari Dua Bulan Karaoke di Jepara Tutup

DSC_0020Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara, Trsino Santosa mengatakan, langkah pemerintah untuk menutup usaha karaoke di Jepara tidak main-main. Baik pengusaha ataupun para pemandu karaoke (PK) hanya diberi tenggang waktu tak kurang dari dua bulan.

“Sebelum kami melakukan penutupan akan kami adakan sosialisasi rencananya pada 10 Februari mendatang di Pendapa Kabupaten Jepara,” kata Trisno.

Sutrisno melanjutkan, pihaknya akan mengundang sekitar 70 pengusaha karaoke di Kabupaten Jepara. Sebanyak 50 diantaranya merupakan pengusaha karaoke yang berada di Dukuh Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo.

Baca juga:  Satpol PP Kembali Menyita Peralatan Karaoke

” Sosialisasi ini nantinya juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi pemerintah untuk menyerap masukan dari pelaku usaha karaoke di Jepara,” ungkapnya.

Alasan mendasar penutupan, lanjut Trisno, karena selama ini keberadaan karaoke dianggap meresahkan masyarakat, karaoke kerap menjadi akses beredarnya minuman keras dan prostitusi. Secara regulasi pihaknya berlindung pada Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2012 mengenai Penyelenggaraan Ketertiban Kebersihan dan Keindahan.

“Pada Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2012 sudah di jelaskan, Pemerintah berhak menutup sementara atau seterusnya usaha yang menganggu ketertiban umum,” tandas Trisno.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.

4 Komentar

  1. pusat Oleh-oleh Jepara says

    Wah kasian para pecinta karaoke., untunge dan alhamdulillah aku bukan pecinta berkaraoke., hehe.