Pemkab Jepara Lakukan Fogging dan Galakkan Gerakan 3M Plus

IMG_0069Serangan penyakit demam berdarah (DBD) di wilayah Kabupaten Jepara makin mengkhawatirkan. Minggu awal di bulan Februari 2015 ini terjadi peningkatan kualitas maupun kuantitas Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jepara. Tercatat 3 februari 2015 beberapa hari lalu, ada 272 kasus. Namun hingga 06 februari 2015 meningkat tajam menjadi 400 lebih kasus penderita DBD.

Berkaitan dengan itu, Pemerintah Kabupaten Jepara bergerak cepat untuk menghindari penyebaran penyakit tersebut ke wilayah lain. Antara lain dengan menggerakkan petugas kesehatan di lapangan untuk melakukan pengasapan (fogging) di daerah endemik.

Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi, saat melakukan fogging dan menggalakkan gerakan 3 M, di Desa Menganti Kecamatan kedung Jepara, Jum’at (6/2) mengatakan, hingga 06 februari 2015 kualitas maupun kuantitas DBD meningkat tajam menjadi 400 lebih kasus penderita DBD. Kenyataan ini menimbulkan keprihatinan bersama dan harus diupayakan menanganinya melalui berbagai sektor strategis.

Baca juga:  13 Sekolah Tingkat SMA Di Jepara Tidak Bisa Menjalankan UN

“Pelaksanaan fogging ini akan dilakukan di beberapa Desa lainnya yang memiliki potensi DBD tinggi terutama di daerah endemis. Sebab, dari ratusan penderita DBD, menyebar di beberapa Desa di Kabupaten Jepara,” kata Marzuqi.

Dia melanjutkan, yang terpenting lagi bukan hanya Fogging saja tetapi harus diikuti dengan budaya dan pola hidup sehat sehari-hari.  Yaitu dengan menjaga kebersihan maupun gerakan 3 M Plus, hal itu sangat penting dilakukan mengingat sebaran nyamuk DBD masih merajalela.

Sejarah perkembangan DBD di Jepara sendiri, kata Marzuqi diawali pada tahun 2006 lalu dan bahkan sempat dinyatakan KLB (Kejadian Luar Biasa). Pada saat itu intensitas penderita DBD mengalami peningkatan sangat pesat dan utamanya berakumulasi pada awal-awal tahun.

Baca juga:  Fasilitas kesehatan minim, Bayi di Karimunjawa Meninggal

”Tercatat sekitar 455 penderita dan  dalam perkembangannya terus membengkak dan pada tahun 2007 menjadi 2.358 penderita dan terus berkembang hingga saat ini. Perkembangan ini biasanya terjadi pada bulan-bulan di awal tahun yang diikuti dengan adanya cuaca hujan yang tidak terus menerus alias diselingi adanya cuaca panas seperti saat ini,” tuturnya.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.