Pengusaha Karaoke Belum Terima Surat Edaran

DSCI9419Dasar hukum yang kuat atas rencana penutupan tempat karaoke di Kabupaten Jepara dipertanyakan oleh pengusaha karaoke, pasalnya sampai saat ini pengusaha karaoke belum menerima surat edaran yang dikeluarkan Pemkab Jepara. Walaupun sebelumnya Pemkab Jepara telah menyatakan bahwa surat edar Bupati terkait penutupan usaha semua usaha karaoke di Jepara, telah disebarkan pada pekan lalu.

Pengurus Paguyuban Pengusaha Pungkruk(Papepung), Mulud, mengatakan sampai saat ini pihaknya merasa belum pernah menerima surat edaran tersebut. Mereka mengaku hanya mengetahui adanya surat edaran melalui media massa.

“Padahal jadwal penutupan karaoke yang diberikan oleh Pemkab tinggal hitungan hari saja, sampai saat ini jujur saja kami belum pernah mendapatkan surat edaran itu.” ungkapnya.

Baca juga:  Pungkruk Siap Tanpa Miras Asal Jangan Ditutup

Menurutnya, pihaknya hanya mengetahui informasi adanya surat edaran di media massa. Padahal, pihaknya ingin melihat isi dari surat edaran tersebut untuk mengetahui dasar hukum yang kuat atas rencana penutupan tersebut. Sebab, selama ini pihaknya menilai alasan penutupan masih belum jelas secara hukum.

“Selama ini kalau dasar hukumnya karena kami belum berijin. Lantas kami harus ijin dimana dan seperti apa ijinnya. Perda untuk karaoke saja tidak ada,” katanya.

Mulud melanjutkan, secara formal pihaknya telah mengirimkan surat permohonan audiensi ke DPRD Jepara. Secara informal, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Pimpinan Dewan. Selain karena DPRD dipandang memiliki tugas sebagai pengawal kebijakan Pemkab, saat ini DPRD juga tengah menyiapkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Usaha Kepariwisataan.

Baca juga:  Pengusaha Karaoke di Pungkruk Minta Toleransi

Pihaknya berharap, aturan soal tempat usaha karaoke menjadi salah satu poin dalam Raperda tersebut, sehingga usaha karaoke di Jepara memiliki aturan yang jelas.

Artikel Terkait Lainnya