Pengusaha Karaoke Berharap Ada Win-win Solution

حعىلنقعنPengusaha karaoke yang masuk dalam Paguyuban Pengusaha Pungkruk (Papepung) merasa diberi harapan palsu oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara. Pasalnya, sejak diadakannya sosialisasi rencana penutupan tempat karaoke di Pendopo pada 12 Februari lalu, sampai saat ini mereka belum pernah diajak pertemuan lagi dengan Pemkab untuk menindaklanjuti sosialisasi tersebut.

Salah satu pengurus Papepung, Mulud, menegaskan bahwa sampai saat ini pihaknya belum pernah lagi mendapatkan undangan pertemuan untuk membicarakan lebih jauh tentang rencana penutupan tempat karaoke. Padahal, pihaknya menanti-nanti pertemuan tersebut untuk melakukan negosiasi atas rencana Pemkab.

“Sejauh ini rencana Pemkab itu masih sepihak. Kami hanya sekali saja diundang untuk mendapatkan sosialisasi tentang rencana penutupan tempat karaoke. Sebelumnya belum pernah diajak bicara baik-baik tentang masalah karaoke ini. Kata mereka dalam forum sosialisasi, setelah sosialisasi akan dipertemukan lagi sebagai tindak lanjut untuk membicarakan rencana itu dengan bijaksana, tapi nyatanya sampai saat ini belum ada,” ujar Mulud.

Baca juga:  Kurang Dari Dua Bulan Karaoke di Jepara Tutup

Menurutnya, Pemkab harus lebih bijaksana dalam memperlakukan pengusaha karaoke. Sebab, bagaimanapun juga, selama ini usaha karaoke telah memberikan penghidupan kepada ratusan karyawan mereka yang juga warga Jepara.

“Yang jelas, kami menolak dengan rencana penutupan. Kami mengharap ada win-win solution atas masalah tempat karaoke, agar tidak ada yang dirugikan,” pungkas Mulud.

Artikel Terkait Lainnya