2014 Pengidap HIV Aids Jepara Didominasi Ibu Rumah Tangga

ILUSTRASI-HIV-AIDSKoordinator LSM SSR NU Jateng Fatayat 2 Kabupaten Jepara, Susanti, dalam workshop penanggulangan HIV/AIDS di gedung PCNU Jepara, Kamis (16/4), megatakan, HIV/AIDS saat ini tidak hanya rawan diidap oleh wanita pekerja seks (WPS), maupun orang yang gemar melakukan hubungan seksual di luar nikah. Di Jepara, beberapa kasus HIV/AIDS juga terjadi pada ibu rumah tangga. Umumnya karena ditularkan dari suami yang lebih dulu mengidap penyakit mematikan tersebut.

“Hingga pertengahan 2015, jumlah angka kasus HIV/AIDS terus meningkat signifikan,” ungkapnya.

Di Kabupaten Jepara,  lanjut Susanti, dari 1997 sampai Desember 2014, secara kumulatif jumlah kasus HIV/AIDS 500 kasus yang tersebar di 16 Kecamatan. Selama 2014 berdasarkan hasil orang yang dirujuk untuk tes HIV/VCT (Voluntary Counseling and Testing), ditemukan 83 kasus baru pengidap HIV/AIDS di Jepara. Jumlahnya tentu bisa lebih banyak. Karena memang banyak pula yang belum terdeteksi.

Baca juga:  HBC Chapter Jepara Peduli HIV/AIDS

“Berdasarkan data tersebut, didapat kenyataan jika kasus HIV/AIDS tidak hanya berada di ranah publik, namun telah masuk pada ranah domestik, atau telah menjangkiti ibu rumah tangga dan anak-anak,” ungkap Susanti.

Susanti menambahkan, berdasarkan data 2014, pengidap HIV/AIDS di Jepara justru didominasi ibu rumah tangga, dengan 36 kasus. Jumlah tersebut lebih tinggi daripada pengidap dari kalangan WPS yang hanya diperoleh empat kasus, maupun dari kalangan buruh dan wiraswasta atau pegawai, yang masing-masing hanya ditemukan 15 dan 17 kasus selama 2014.

Artikel Terkait Lainnya