Pengusaha Karaoke Hormati Hari Jadi Jepara

DCS_0065Para pengusaha karaoke yang ada di kawasan Pungkruk, Mororejo, Kec. Mlonggo mengaku tak keberatan jika usahanya harus ditutup oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara pada 10 April yang bertepatan dengan hari jadi Jepara ke-466 ini.

Mereka berani menjamin tak akan ada perlawanan dari para pengusaha maupun karyawan karaoke pada penutupan yang dilakukan nanti malam oleh aparat keamanan dan penegak hukum.

Pengurus Paguyuban Pengusaha Pungkruk (Papepung) Mulud menandaskan, pengusaha karaoke di kawasan Pungkruk memang tidak ada rencana melakukan perlawanan terhadap rencana pemerintah itu. Para pengusaha mengikuti aturan yang dikehendaki Pemerintah untuk tutup pada tanggal 10 April.

Baca juga:  Satpol PP Kembali Menyita Peralatan Karaoke

“Kami disuruh tutup pas tanggal 10 ya tutup. Masak disuruh bupatinya tidak mau. Intinya, kami siap tutup pas hari jadi Jepara dalam rangka menghormati peringatan hari jadi Jepara tahun ini, sekaligus menghormati pemerintah juga,” ujar Mulud.

Hal senda juga dikatakan Mumun, seoarang pengusaha karaoke yang menjadi tulang punggung keluarga. Dia mengatakan, sampai saat ini ia belum tahu apa yang akan dilakukannya setelah adanya penutupan. Kebijakan penutupan tersebut membuat dirinya dan keluarganya kelimpungan. Beberapa peralatan karaoke juga sudah ada yang digadaikan untuk memberi pesangon kepada pekerja yang dipulangkan.

Baca juga:  Razia Hiburan Malam Jelang Natal Tahun Baru, Ditemukan Dua Pengguna Narkoba

“Sumber penghidupan yang selama ini kami andalkan dipastikan tak lagi bisa dibuka. Kami hanya menunggu perkembangan lebih jauh, dan kami hanya bisa pasrah,” ungkapnya.

Artikel Terkait Lainnya