Perajin dan IKM di Jepara Sepakat Penghapusan SVLK

Foto: Pekerja perempuan di Jepara sedang menghaluskan permukaan hasil kerajinan ukiran secara detail dengan amplasAsosiasi Perajin Kecil Jepara (APKJ), mengapresiasi wacana penghapusan sertifikat legalitas kayu atau SVLK yang dilontarkan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu ke media massa.

“Pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) bidang mebel dan furnitur di Jepara, tak akan mampu memenuhi persyaratan yang ada dalam pengurusan SVLK, karena  persyaratan yang sulit dan juga mahalnya biaya yang harus dikeluarkan oleh perajin,” ungkap Ketua Asosiasi Perajin Kecil Jepara (APKJ), Margono (24/4) .

Margono mengatakan, aturan SVLK tidak dapat begitu saja disama-ratakan antara industri besar dan kecil. Bagi Industri besar, menurut dia memang tidak ada masalah. Tapi bagi industri kecil dan para perajin jelas sangat bermasalah dan berkeberatan atas pemberlakuan SVLK tersebut.

Baca juga:  Di Kampung Nelayan Akan Ada MCK

“Pemberlakuan SVLK memang sangat penting untuk kepentingan penjualan ke luar negeri terutama ke kawasan Eropa. Tapi, aturan tersebut tidak dapat begitu saja disama-ratakan, kami sangat mengapresiasi wacana penghapusan SVLK bagi sektor hilir yang diwacanakan pak Presiden,” ujar Margono.

Menurutnya, kendala yang dihadapi para pengrajin dan IKM tidak hanya mahalnya biaya pengurusan SVLK, namun juga budaya administratif yang masih asing bagi pengusaha kecil. Terlebih, bagi industri kecil pengambilan kayu tidak sekali tempo dalam jumlah besar namun dalam jumlah kecil bahkan kerap menyesuaikan kebutuhan yang sangat sedikit.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.