Perang Obor Tegalsambi Berlangsung Meriah

DSC_0084Tradisi Perang Obor di desa Tegalsambi kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara Senin malam (13/04) menyedot ribuan pengunjung yang datang dari desa-desa di seputaran desa Tegalsambi. Wisatawan lokal maupun manca juga hadir.

Arena yang menjadi tempat berlangsungnya Perang Obor yaitu seputaran perempatan desa Tegalsambi yang menuju Teluk Awur dan Kota Jepara dipadati ribuan orang yang sudah sejak sore menjelang malam menanti serunya perang obor yang hanya terjadi satu tahun sekali.

Dalam acara tersebut dihadiri bupati Jepara,  Ahmad Marzuqi, Perwakilan Kapolres Jepara, Anggota DPRD Jepara dan para tamu undangan.

Baca juga:  Bupati Tetapkan Tegalsambi Sebagai Desa Wisata

Tradisi Perang Obor menurut Kepala Desa Tegalsambi Agus Santoso, merupakan tradisi turun temurun warisan nenek moyang. Ritual perang obor ini selain perwujudan rasa syukur juga sebagai bentuk kerukunan antar warga desa.

Selain Perang Obor juga digelar kesenian lain yakni Emprak, Tari Perang Obor, dan  wayang kulit semalam suntuk dengan dalang kondang. Pada pagi hari panitia juga mengadakan jalan sehat. Adapun perang obor ini diikuti oleh sekitar 30 warga pilihan yang merupakan pemuda pemberani  dengan cara sukarela.

Selain itu dalam perang obor ini pada pelaksanaannya tidak ada kawan atau lawan, semuanya saling serang dengan memukulkan obor yang dibuat dari pelepah dan daun kelapa kering atau blarak yang didalamnya diisi daun pisang kering.

Baca juga:  Perang Obor Tegalsambi Lebih Meriah, Tahun Ini Habiskan 350 Obor

Untuk tahun 2015  ini panitia menyediakan kurang lebih 300 obor blarak dan daun pisang sebagai senjata mereka untuk berperang melawan keburukan. Pihaknya berharap dengan perang obor malam ini kerukunan di desa Tegalsambi makin erat juga perekonomian menjadi lancar.

Artikel Terkait Lainnya