Perda Toko Modern Dinilai Belum Sempurna

imagesKarena dinilai hanya menguntungkan pemilik modal besar daripada pedagang kecil dan pasar tradisional di Jepara, Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2010 tentang Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern akan diperbahrui.

Wakil Bupati Jepara Subroto mengatakan, meski Perda Nomor 3 Tahun 2010 tentang Penataan Pasar Tradisional, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern tersebut dimaksudkan untuk menertibkan dan memperketat pendirian pasar modern dengan berbagai skala, tapi Perda tersebut memiliki beberapa celah sehingga harus segera ditinjau ulang.

Indikator adanya celah tersebut terlihat dengan menjamurnya pasar modern dan minimarket di Jepara.

Baca juga:  Jepara Cultural Festival Untuk Ajang Promosi Daerah

“Harga yang lebih murah, adanya beberapa diskon dan promo, kemudahan  memperoleh barang yang dibutuhkan, dan kebersihan menjadi keunggulan pasar modern “ungkapnya (01/4).

Ia menyadari, Perda tersebut dibuat awalnya bertujuan positif, agar Pemkab bisa menerima pendapatan dari pajak pendirian usaha tersebut, tapi juga tidak merugikan pedagang lokal. Tapi seiring berjalannya waktu, terdapat celah yang justru dimanfaatkan pemilik modal besar.

Hal senada juga dikemukakan Ketua Komisi B DPRD Jepara Kholis Fuad, menurutnya keberadaan toko modern sudah terlampau banyak. Banyak pedagang kecil yang mengeluhkan hal ini, termasuk pedagang di pasar tradisional.

Baca juga:  Tegalsambi Banjir Lagi

”Meski baru wacana, kami sudah mengagendakan hal ini. Saat ini kami sedang  melakukan pengkajian terhadap isi Perda tersebut,” ungkapnya.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.