Jepara Fokus Mengembangkan Desa Mandiri Energi Berbasis PLTS

Wakil Bupati Jepara, SubrotoPilot project pembangkit listrik tenaga surya sudah didirikan di Pulau Parang dan Pulau Nyamuk yang ada di Kepulauan Karimunjawa. Untuk PLTS Pulau Nyamuk berkapasitas 25 kwp atau setara 25 kva, sedang Pulau Parang berkapasitas 75 kwp atau setara 75 kva. Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Jepara Subroto, Selasa (26/5) kemarin.

Subroto mengatakan, Pemkab Jepara, saat ini sedang fokus mengembangkan desa mandiri energi berbasis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Kemarin juga dilakukan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemkab Jepara dengan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta terkait pengembangan PLTS di Jepara. Dan setelah itu giliran MoU antara UGM dengan United States Agency for International Development (USAID) untuk pembiayaan progam PLTS tersebut.

Baca juga:  Jelang Lawan Persepar Lima Pemain Persijap Cedera

“Pembangkit berbahan dasar energi terbarukan non fosil ini akan dibangun di sejumlah titik yang belum tersentuh jaringan listrik PT PLN (Persero), di kepulauan karimunjawa sudah bisa dinikmati dan karena perkembangannya positif makanya kita kembangkan lagi,” ungkap Subroto.

Subroto berharap wilayah yang disasar progam PLTS ini bisa menjadi desa mandiri energi. Berbagai aktivitas di desa tersebut mulai dari urusan rumah tangga, organisasi masyarakat, hingga lembaga pemerintah bisa mengandalkan pasokan listrik dari PLTS tersebut.

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.