Pengusaha Diberi Waktu Dua Bulan Untuk Kosongkan Usahanya

Penguasaha karaoke di Jepara diberi waktu dua bulan untuk mengosongkan usahanya  sampai dengan tanggal 26 Juli 2015 mendatang. Khusus untuk karaoke di pungkruk diminta untuk mengosongkan tempat usahanya karena tanah yang ditempati pengusaha karaoke sebagian merupakan tanah milik negara, dan akan di kembalikan sebagai fungsinya yakni pusat kuliner.

Menurut Wakil Bupati Jepara Subroto, usaha karaoke yang berada di lahan bukan milik pribadi terlebih yang berada di tanah Negara harus dibongkar. Dari sekitar 55 usaha karaoke di Pungkruk, sebagian besar menempati tanah milik Negara. Hanya beberapa yang berada di tanahnya sendiri.


“Pemkab tetap konsisten dengan keputusan menutup semua usaha karaoke yang ada di Jepara. Untuk yang berada di kawasan Pungkruk, akan dikembalikan sebagaimana peruntukan awal yakni kawasan wisata kuliner,” ungkap Subroto usai rapat bersama instansi terkait, LSM dan tokoh agama di ruang kerja wakil bupati. (13/5)

Baca juga:  PLTU Jepara Gunakan Teknologi Ramah Lingkungan

Sementara itu, Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santoso menyatakan, selepas keputusan batas waktu ini, satpol PP akan menerbitkan edaran kepada semua pengusaha karaoke di Jepara yang isinya sesuai dengan hasil rapat ini yakni diminta mengosongkan tempat usaha karaokenya. Selain itu, dalam batas waktu ini, pengusaha karaoke tetap dilarang untuk melakukan aktifitas usaha karaoke.

“Pekan depan surat edaran akan kita terbitkan, sehingga setelah itu pengusaha karaoke bisa mengosongkan tempat usahanya sendiri. Jika sampai batas waktu tidak diindahkan, maka satpol PP akan merobohkannya,” jelasnya.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.