Kenapa Masyarakat Jepara Banyak Yang Nikah Siri?

Salah satu terjadinya nikah siri adalah kesadaran masyarakat akan hukum yang masih rendah. Karena meskipun sudah sah dalam agama namun tidak diakui oleh negara. Selain itu juga karena faktor ekonomi.

Hal itu dikatakan Kabid Kebijakan Publik dan Umum Dewan Riset Kabupaten Jepara Dr. H. Mashudi M.Ag dalam Fokus Grup Discusion (FGD) yang dilaksanakan di Kantor Bapeda Jepara pada Rabu (3/6).

Mashudi mengatakan, banyaknya perusahaan besar di Jepara berpotensi besar adanya banyak kasus nikah siri. Kebanyakan efek negatif yang timbul adalah, hak istri yang tidak terpenuhi. Istri tidak dapat menggugat cerai ke pengadilan negeri. Bahkan, saat terjadi persoalan harta, anak yang menjadi buah dari pernikahan bawah tanganpun juga tidak bisa mendapatkan haknya.

Baca juga:  Kasus Kekerasan Anak Di Jepara Masih Tinggi

“Pernikahan siri ini masih banyak efek negatif. Yang akan terjadi nantinya seperti susahnya dalam pengurusan akta kelahiran, pembuatan KTP dan beberapa pembuatan surat administratif lainnya,”ungkapnya.

Mashudi menjelaskan, dari hasil riset yang sudah dilakukan di Jepara dengan mengambil data di 46 rsponden atau pelaku yang tersebar di 36 desa dan 16 kecamatan. Tingkat perceraian yang ditimbulkan setelah nikah bawah tangan masih cukup tinggi. Dari jumlah responden, 13 diantaranya menyatakan berlanjut, 26 menyatakan bercerai, serta 7 sisanya tidak jelas.

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.

2 Komentar

  1. Ganden Cacok says

    Lebih bgus gtu dri pada cuma kumpul2 tpi gk jls kak??