Ribuan Masyarakat Saksikan Pesta Baratan Jepara

2Ribuan pengunjung yang terdiri dari para anak-anak sampai orang tua padati jalan di sekitar Kantor Kecamatan Kalinyamatan Jepara Senin malam (1/6).

Mereka hadir dari sore hari hingga larut malam untuk menyaksikan acara tahunan yakni Pesta Baratan. Ribuan masyarakat yang ingin menyaksikan Pesta Baratan membuat arus lalu lintas macet sepanjang 1 km.

Penggagas Pesta Baratan, Winahyu Widayati mengatakan, “Tradisi Pesta Baratan dilaksanakan setiap tanggal 15 Sya’ban (kalender Komariyah) atau 15 Ruwah (kalender Jawa) yang bertepatan dengan malam Nisfu Sya’ban”.

Ia menceritkan kenapa diadakan Pesta Baratan dan arak-arakan lampion, hal ini erat kaitannya dengan jaman Ratu Kalinyamat saat berkuasa yang pada waktu itu konon terjadi saat menyambut iring-iringan rombongan yang membawa jenazah Sultan Hadlirin (suami sang Ratu) yang wafat dan masyarakat banyak membawa impes (lampion) sepanjang jalan sebagai kehormatan dan terjadi bertepatan dengan Malam Nisfu Sya’ban. Kata “baratan” berasal dari sebuah kata Bahasa Arab, yaitu “bara’ah” yang berarti keselamatan atau “barakah” yang berarti keberkahan.

Wakil Bupati Jepara, Subroto, dalam pidatonya. Menyambut baik kegiatan ritual Pesta Baratan dan Lampion yang diadakan setiap tahunnya. Pesta Baratan ini merupakan salah satu bentuk atau ungkapan rasa terima kasih terhadap Tuhan atas limpahan anugrah panen kepada masyarakat. selain itu, kegiatan tradisi ini juga berfungsi untuk membentuk ketahanan budaya dalam rangka membentengi budaya dan kearifan lokal Jepara dari pengaruh budaya asing yang tidak sesuai. Ujar subroto.

Baca juga:  Sato Kembali Dibui

“Kegiatan ini menurut Subroto merupakan alat untuk promosi pariwisata daerah, sehingga berbagai jenis atraksi wisata Jepara semakin dikenal diluar daerah,” Imbuh Subroto.

Dalam pelaksanaannya, Tradisi Baratan dipusatkan di Pasar Kerajinan Kalinyamatan di desa Robayan kecamatan Kalinyamata. Dengan ritual yang cukup sederhana, dimulai dengan Wakil Bupati Jepara Subroto serah terimakan  ketan pada sosok pemeran Ratu Kalinyamat dan dilanjutkan melepasan burung merpati yang menandai dimulainya acara baratan tersebut. Dilanjutkan menuju pendopo kecamatan Kalinyamatan Jepara, untuk membagikan puli kepada para penonton yang telah memadati sekitar panggung pentas. Dilanjutkan dengan berbagai atraksi dan kesenian yang diperankan oleh pelajar dan mahasiswa di depan kecamatan kalinyamatan.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.