Dua Orang Ditetapkan Menjadi Tersangka dari Penggerebekan Ratusan Kilogram Sabu di Gudang Mebel Jepara

12645123_939091192804679_6486756551865178863_nBadan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia berhasil menguak kasus peredaran narkoba yang di lakukan Komplotan sindikat narkoba jaringan Pakistan. Tidak tangung- tanggung BNN berhasil mengamankan 8 tersangka warga negara Indonesia ( WNI ) maupun warga negara asing ( WNA), 8 tersangak itu adalah berinisial F, AM, R, dan T. Sementara empat warga negara Indonesia adalah Y, TM, K, dan D. Barang bukti yang di sita uang valas dan rupiah dengan total 700 juta, 2 unit mobil box , dan timbangan digital.
Kepala BNN Komjen Budi Waseso ( Buwas ) saat gelar perkara di Jepara, didampingi Kapolres Jepara, Bea Cukai dan Internasional Agency mengatakan, ratusan barang haram tersebut berasal dari Guangzho Tiongkok yang diselundupkan ke Indonesia oleh sindikat Pakistan dan rencananya akan di diedarkan keseluruh Indonesia . Ditemukan bukti bahwa pengiriman narkoba tersebut disembunyikan didalam genset dan filter genset sebanyak 194 unit ke pelabuhan Semarang dimana sudah dikoordinir rapi para tersangka .

Baca juga:  Bawa Narkoba Mandor Perhutani di Tangkap

“Untuk mengelabui petugas dari scan x-ray di pelabuhan , para tersangka membungkus sabu tersebut dengan karbon,” ungkapnya .
Budi Waseso menambhkan stiap satu mesin isi sabu-sabunya berbeda-beda ada yang 1,75 kg dan ada pula yang mencapai 1,9 kg. Berdasarkan hasil pengujian, sabu-sabu tersebut masuk kategori kualitas satu karena kadarnya mencapai 89 persen.

” Kasus narkoba ini merupakan pengungkapan tersebesar kedua di Jepara setelah sebelumnya pernah mengungkap pabrik ekstasi dan sabu dengan jumlah besar pada tahun 2007 lalu. para tersangka dikenai pasal 112,114,122 UU No 35/2009 tentang narkotika . Ancaman maksimal hukuman mati,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin melalui Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro mengatakan, tersangka dari hasil operasi di gudang mebel tersebut hanya ada dua orang. Mereka adalah Muhammad Riaz alias Jane warga negara Pakistan dan Didit warga negara Indonesia yang merupakan penyewa gudang.

Baca juga:  Tes Urine Untuk Pejabat Pemkab Jepara

”Ada empat yang diamankan. Tetapi dua lainnya hanya sebagai saksi,” katanya.

Menurut dia, informasi dari Kepala BNN Komjen Budi Waseso memang ada delapan tersangka. Namun jumlah tersebut merupakan hasil operasi yang juga dilakukan di Semarang dan Jakarta.

”Dua terduga tersangka yakni Riaz dan Didit masuk dalam delapan tersangka yang disampaikan BNN itu,” terangnya.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.