PCNU Jepara Ajak Kader Perangi Narkoba

Kasus sabu di Desa Pekalongan Kecamatan Batealit  pada 27 Januari 2016, serta dua kasus besar narkoba sebelumnya.  Yang terjadi  pada Maret 2008, terjadi penangkapan pengusaha mebel asal Australia kelahiran Hong Kong, Jose Manuel Xavier (53) di Bandara Adisucipto Yogyakarta. Jose diduga menyelundupkan 27 kilogram heroin dari Indonesia ke Australia.

Dan Kedua, keterbongkaran pabrik sabu-sabu di rumah Andreas Widodo, di Jalan Cik Lanang, Kelurahan Kauman, Jepara. Polisi menemukan 30 kilogram sabu -sabu siap edar senilai Rp 60 miliar dan bahan baku lebih dari 100 kilogram.  Hal ini membuat PCNU menaruh perhatian lebih dengan peristiwa itu.

Baca juga:  Satu Penyelam PLTU di Temukan Tak Bernyawa

Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah Hadziq menyampaikan rasa terimkasihnya terhadap BNN bersama timnya yang telah mengungkap sindikat Jaringan Pakistan di Desa Pekalongan, pada 27 Januari lalu.

“ Apapun langkah BNN dan tim kemarin patut kita apresiasi, ini wilayah Jepara kita patut mewaspadai peredaran narkoba di Jepara ini, Kami tidak inggin Jepara menjadi tempat transit atau tempat beredarnya narkoba  dan barang haram lainya,” ungkapnya saat Rapat Pleno di Gedung PCNU JL. Pemuda sabtu (30/1).

Hayatun menyampaikan, pihaknya sudah mengintruksikan ke seluruh  kader-kader NU di ranting  dan Majelis Wakil Cabang di tingkat kecamatan untuk bersama- sama memerangi pengedaran narkoba,  Jika di tingkat desa  ataupun kecamatan ada hal hal yang mencurigakan segera laporkan kepada pihak yang berwajib.

Baca juga:  Perajin Batik Jepara Minim, Terkendala Permintaan Masal

“ Ini sebagai langkah antisipasi dan memerangi narkoba serta barang haram lainya,”uangkapnya.

 

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.