Ratusan Warga Pendosawalan Blokir Jalan Pabrik

Merasa kecewa dengan PT Kanindo yang dianggap telah merusak lingkungan. Ratusan warga Desa Pendosawalan, Kalinyamatan nekat memblokir akses pintu masuk pabrik garmen PT Kanindo yang sudah beroperasi dua tahun di desa setempat.
Koordinator aksi Rif’an mengatakan, pemblokiran itu di lakukan lantaran warga merasa kesal, ia dan warga lainya menilai perluasan area pabrik menyebabkan akses jalan alternatif tertutup dan sistem irigasi menjadi tak berfungsi.
“Warga menolak penutupan jalan alternatif maupun rencana pengalihan jalan Ngelo-Cikal . Kami menuntut agar PTKanindo segera mengembalikan dan memperbaiki akses jalan yang telah digali seperti seperti semula,” terangnya umat (12/2).
Rif’an juga mengatakan, warga menuntut agar PT Kanindo membuat saluran pembuangan dan sistem pengolahan limbah agar tidak merugikan petani setempat. Pihaknya juga menuntut agar karyawan yang bekerja di PT Kanindo diprioritaskan warga setempat.
“Kami meminta agar PT Kanindo mengutamakan dan memberikan prioritas kepada masyarakat lingkungan untuk ikut bekerja dengan melibatkan tokoh masyarakat dalam proses rekrutmen karyawan,” tuntutnya.
Tidak hanya itu warga juga meminta ada transparansi dari pihak desa dan PT Kanindo terkait dengan kompensasi yang diberikan perusahaan kepada desa. Selama ini, tak ada transparansi mengenai masalah ini. Menurutnya, hal ini penting agar tak ada saling curiga.
Aksi pemblokiran itu, dikawal ketat jajaran kepolisian resor (Polres) Jepara dan berlangsung sekitar 1 jam. Karena melalui komunikasi antara perusahaan dan demonstran disepakati tuntutan warga diselesaikan di kantor balai desa. Dengan pengawalan ketat dari jajaran anggota Polres Jepara, para karyawan PT Kanindo masuk ke tempat kerjanya.

Sementara itu ,Petinggi Pendosawalan Noval Wachid di depan ratusan warganya tersebut menyampaikan, pemerintahan desa sudah melaksanakan koordinasi dengan pengurus BPD dan sepakat untuk membuat perdes dalam pembebasan tanah ke PTKanindo.
Noval menjanjikan akan segera melakukan koordinasi dan rapat kembali dengan para pengurus BPD untuk masalah ini, khususnya berkenaan dengan tuntutan warga.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.