Pemkab Jepara Gelar Dialog di Pasar Ngabul

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara menggelar dialog ulang mengenai Pasar Ngabul yang masih menyisakan persoalan. Acara ini dihadiri sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Jepara, sejumlah perwakilan dari Forkopinda, aparat keamanan, pedagang Pasar Ngabul Baru dan pedagang Pasar Ngabul Lama.

Wakil Bupati Jepara Subroto, mengatakan ingin merespon berbagai perkembangan yang ada sejauh ini, pihaknya ingin berkumpul di pasar ngabul untuk melakukan dialog ulang bagaimana baiknya mengatasi masalah Pasar Ngabul.

Dalam pertemuan ini, memunculkan satu titik terang antara pemerintah dengan paguyuban pedagang pasar lama yang selama ini masih enggan untuk direlokasi ke pasar baru.

Baca juga:  Pengusaha Karaoke Berharap Ada Win-win Solution

Selama ini persoalan pasar Ngabul berlarut-larut sejak lima tahun terakhir. Titik terang tersebut muncul setelah pemerintah memastikan pedagang kecil yang berada di tempat penampungan tidak dipungut biaya apapun jika bersedia pindah ke pasar baru.

” Sedangkan untuk pedagang yang memiliki surat izin menempati los dan kios (SIM KL) pun hanya perlu memperpanjangnya jika masa berlaku habis,” ungkapnya.

Menurutnya, dari awal pihaknya maupun pengelola Pasar Desa Ngabul menyepakati jika los digratiskan bagi pedagang pasar lama. Serta dibebaskan dari retribusi selama tiga bulan.

Baca juga:  Unutk Mempererat Silaturahmi Pemkab Jepara Adakan Tarling

Sementara pihak paguyuban pasar Ngabul lama, Sugiarto dalam kesempatan itu mulai menunjukkan persetujuannya. Pihaknya yang selama ini bersikukuh enggan pindah ke pasar baru dan memilih menempati tempat penampungan, bersedia mensosialisasikan kepada pedagang terkait pemindahan ke pasar baru dengan tanpa dipungut biaya apapun.

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.