Nyawa Seorang Kakak di Jepara Melayang Saat Menolong Adiknya

Sehari setelah peristiwa tragis yang merenggut nyawa Asrofi (52), warga Desa Jetak RT 01 RW 01 Kecamatan Kedung Kabupaten Demak yang meninggal dunia tertimpa runtuhan tembok bangunan di Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Ketilengsingolelo Rabu kemarin (27/7). Jepara kembali digemparkan dengan adanya peristiwa memilukan, yakni Budiyono (38) warga Dukuh Krajan RT 03 RW 02 Desa Muryolobo Kecamatan Nalumsari Jepara yang tewas saat menyelamatkan nyawa adiknya ketika terjebur sumur (28/7).

Kepala Pelaksana BPBD Jepara melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik, Pujo Prasetyo mengatakan, Budiyono warga dukuh Krajan RT 03 RW 02 Desa Muryolobo, Kecamatan Nalumsari, tewas saat menyelamatkan nyawa adiknya Sri Ningsih (30) ketika terjebur sumur.

Pujo menceritakan, sekitar pukul 04.30 WIB, Sri Ningsih hendak mandi namun mesin air yang terpasang di dalam sumur mati, sehingga dia melihat sambil mengocak-ocak mesin air dari samping atas bibir sumur. Saat mencoba memperbaiki mesin dengan cara dikocak-kocak kemudian Sri Ningsih ditegur tetangganya yakni Tinah (48) untuk mengambil air di dalam rumahnya saja.

“Sri Ningsih bersedia mengambil air satu ember di sumur milik Tinah. Setelah mengambil air, kemudian Sri kembali mengocak-ocak mesin air dan membuka tutup sumurnya dan terpeleset sehingga masuk ke dalam sumur,” ungkap Pujo.

Mengetahui Sri tercebur, lanjut pujo Tinah berteriak minta tolong dan didengar oleh korban yakni Budiyono. Kemudian Budiyono mencoba menyelamatkan Sri dari dalam sumur. Budiyono berhasil mengangkat Sri dari dalam sumur. Namun Budiyono terjatuh dan tenggelam dalam sumur saat dalam proses pengangkatan tubuh Sri dari dalam sumur.

Tetangga korban yang mengetahui kondisi itu mencari pertolongan ke warga lainnya. Kemudian warga melakukan penyelamatan satu persatu korban.

Korban yang pertama kali berhasil dievakuasi adalah Sri Ningsih karena posisinya diatas. Setelah dievakuasi, Sri dibawa ke Puskesmas setempat sekitar pukul 05.30 WIB oleh para warga.

“Sedangkan korban Budiyono yang posisinya di dalam sumur berada di bawah, dievakuasi setelah korban Sri Ningsih. Selanjutnya Budiyono dibawa ke RSI Kudus, namun saat dalam perjalanan, Budiyono meninggal dunia,” terangnya.

Diameter sumur yang menjadi saksi bisu sekitar satu meter, kedalaman sumur 20 meter, serta kedalaman air dalam sumur sekitar 5 meter.