Berikut Langkah Pemkab Jepara Atasi Mahalnya BBM di Karimunjawa

Kesepakatan untuk membentuk Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) di Karimunjawa, telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara bersama PT Pertamina. Tujuan dibentuknya kesepakatan  itu untuk mengatasi harga BBM di Karimunjawa agar setara dengan harga BBM di Jepara.

Kepala Bagian Perekonomian Setda Jepara, Eriza Rudi Yulianto, mengatakan, jika APMS sudah dibentuk, biaya pengangkutan BBM menjadi tanggung jawab Pertamina. Sehingga harapannya, harga BBM bisa sama dengan harga yang ada di Jepara.

“Sementara ini, harga BBM di Karimunjawa masih tinggi. Itu lantaran biaya pengangkutan masih dibebankan pada pembeli atau agen, Harga BBM jenis premium di Karimunjawa mencapai Rp 10 ribu per-tabung ukuran satu liter. Harga tersebut tentu lebih mahal dari harga di Jepara yang hanya Rp 7 ribu untuk eceran,” ungkapnya.

Baca juga:  SPBU Kompak Untuk BBM Satu Harga di Karimunjawa

Ditanya mengenai kapan APMS itu dibentuk, Eriza belum bisa memastikan APMS itu kapan bisa dibentuk. Hanya, dia berharap bisa diwujudkan tahun ini.

“Saat ini kami masih berkordinasi. Harapan kami tahun ini bisa dibentuk, agar masyarakat Karimunjawa secepat mungkin bisa menikmati BBM yang harganya sama dengan yang ada di daratan,” ungkap Eriza.

Eriza Rudi Yulianto, mengatakan, sebenarnya ada dua yang mengajukan untuk pembuatan APMS, yaitu Perusda dan pihak swasta atas nama Gadang. Dari dua pengajuan tersebut, hanya satu yang disetujui oleh pertamina, yaitu dari pihak atas nama Gadang. Sebaliknya, pengajuan Perusda tidak disetujui.

Baca juga:  SPBU Kompak Untuk BBM Satu Harga di Karimunjawa

”Pertamina menerima satu saja tentu berdasarkan pertimbangan. Di satu sisi Gadang memang diketahui telah memiliki peralatan lengkap namun selama ini belum dimanfaatkan. Lokasinya nanti dekat pelabuhan Karimujawa,” katanya.[]

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.