DKD Mengapresiasi Duta Seni Jepara

parade_budayaSekitar 28 penari telah mementaskan Tari Troso di acara seni budaya pada gelaran Parade Budaya Jawa Tengah tahun 2016 di Magelang, dalam rangka HUT ke-66 Provinsi Jateng Minggu malam (28/8).

Mereka tampil maksimal saat membawakan tari berjudul “Mahakarya Tenun Troso”, baik di depan panggung kehormatan maupun di sepanjang rute parade sejauh 2,5 kilometer lebih.

Dalam parade yang disaksikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, Jepara tampil pada urutan ke-11.

Dibanding kontingen lain, Jepara memiliki keunggulan dari sisi materi yang ditampilkan dengan
menampilkan tari “Mahakarya Tenun Troso”.

Baca juga:  GOW Grobogan Study Banding di Jepara

Sekretaris Dewan kesenian daerah (DKD) Jepara Rhobi Shani mengatakan, pihaknya mengapresiasi duta seni
Jepara pada gelaran Parade Budaya Jawa Tengah tahun 2016 di Magelang itu. Hal itu lantaran Tenun Troso sebagai salah satu hasil industri kreatif Jepara dapat dipromosikan melalui gelaran tersebut.

“Jepara memiliki keunggulan dari sisi materi yang ditampilkan. Dengan menampilkan tari Mahakarya Tenun
Troso, Jepara mampu menempatkan Parade Budaya Jawa Tengah sebagai sarana promosi produk bernilai
ekonomi tinggi,” ungkapnya.

Menurutnya, even budaya selalu bisa dimaksimalkan untuk mempromosikan produk daerah Jepara yang berbasis budaya, di luar industri mebel ukir yang telah mendunia.

Baca juga:  GOW Grobogan Study Banding di Jepara

Agar warga Jawa Tengah semakin tahu ciri khas produk tenun Troso, lanjut Rhobi, dalam koreografi
tersebut Jepara tak hanya menampilkan puluhan penari yang menceritakan proses pembuatan tenun Troso. Namun ditampilkan juga seorang putri yang berdiri anggun di atas tahta berproperti aneka motif kain tenun Troso.[]

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.