Ini Alasan Mengapa Mayoritas Sekolah di Jepara Tolak Full Day School

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof Muhajir Effendy, menggagas rencana sistem belajar sehari penuh di sekolah atau full day school. Gagasan ini pun menjadi perbincangan hangat di kalangan tenaga pendidik tak terkecuali di Kota Jepara.

Mayoritas Sekolah SD dan SMP di Jepara menolak gagasan itu karena banyak siswa yang melakukan pembelajaran agama di TPQ maupun Madrasah Diniyah dan berkaitan dengan transportasi umum.

Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Ali Maftuh, mengatakan, banyaknya sekolah yang keberatan dengan rencana full day school itu didasari hasil voting yang dilakukan kepada seluruh SD dan SMP di Jepara saat wacana yang sama dilontarkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

”Sebelum Mendikbud mewacanakan sekolah sehari, gubernur Ganjar juga sudah mewacanakan itu. Banyak sekolah yang menolak didasarkan atas kondisi siswa-siswinya,” papar Maftuh.

Alasan yang disampaikan sekolah saat jajak pendapat itu, kata Ali, karena sebagian besar siswa SD di Jepara setelah pulang sekolah, pada siang hari belajar di TPQ maupun Madrasah Diniyah.

Sementara, bagi siswa SMP alasan penolakannya berkait transportasi umum. Sebab transportasi umum di Jepara tidak sampai sore hari. Sedangkan rata-rata siswa SMP berasal dari berbagai wilayah di Jepara.

”Kalau pulang sore kendalanya sulit mencari transportasi umum,” kata Ali.[]

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.

1 Komentar

  1. Ipin Alaska Pulsa says

    kagak usah di suruh full day kalo di demak sudah full day untuk anak DI DEMAK SIANG SEKOLAH UNTUK DUNIA SORE JUAGA SEKOLAH AGAMA UNTUK AHIRAT , HABIS MAGRIB BELAJAR LAGI MENGAJI , habis ngaji bikin PR , betapa capeknya jaman ku DULU