Subroto Gandeng LPDB dan Bank Jateng Untuk Beli Gabah Petani Jepara

Setelah berhasil mendapatkan bantuan alat-alat pertanian dan bibit dari Menteri Pertanian dan mencanangkan Program Mekanisasi Pertanian, kini Wakil Bupati Jepara, Subroto, menggandeng Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB – UMKM ), Bank Jateng dan Badan Urusan Logistik Devisi Regional II Pati untuk membeli gabah petani.

Belum lama ini diruang kerja Wakil Bupati Jepara. Penandatanganan nota kesepahaman tentang pemberian fasilitas permodalan dalam bentuk pinjaman kepada koperasi untuk pengadaan gabah ini telah dilakukan.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama LPDB-UMKM Kemas Daneal, Kepala Bulog Devisi Regional Pati Akhmad Kholisun, Dirut Bank Jateng Supriyatno dan Wakil Bupati Jepara Subroto.

Baca juga:  Hasil Pertanian Jepara 40 Persen Dijual Ke Luar Daerah

“Tujuan kami menggandeng Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB – UMKM ), Bank Jateng dan Badan Urusan Logistik Devisi Regional II Pati adalah agar petani tidak terjerat ijon dan dapat memperoleh harga yang layak dari hasil pertanian mereka. Serta meningkatkan kesejahteraan petani di Jepara guna mendukung usaha menjadikan Jepara sebagai lumbung pangan Jawa Tengah,” ungkap Subroto.

Dalam nota kesepahaman yang berlaku 2 tahun tersebut para pihak juga sepakat untuk menindaklanjuti isi dalam perjanjian kerjasama dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku.

“Harapan kami, petani yang selama ini terjerat dengan ijon mulai tanam hingga panen dapat terbantu dengan modal dan sekaligus harga jual yang layak,” ujar wakil Bupati Subroto.

Baca juga:  Tim SERGAP Laksanakan Panen Raya

Dijelaskan juga, untuk musim tanam tahun 2016 ini luas panen padi ditergetkan 44.650 ha dan sampai pada bulan Juli telah tercapai 30.6 ha atau 68,72 persen. Pada musim tanam kedepan Subroto yakin target itu bisa dicapai.

Sedangkan untuk dapat mengakses permodalan pinjaman koperasi pengadaan gabah sekarang disiapkan KUD dan juga kelompok tani yang telah memiliki legalitas.

“Kita terus mempersiapkan skema yang mudah untuk akses modal ini,” ujar Subroto.[]

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.