Polres, PMI, Damkar, dan BPBD Simulasi Huru-hara di Pengadilan Negeri Jepara

Kericuhan terjadi di Kantor Pengadilan Negeri Jepara, (5/8).

Kericuhan ini memaksa Majlis Hakim yang terdiri dari Unggul Prayudho, Venny Mustika, Sunoto dan terdakwa kasus pembunuhan berencana Suwarto (56), harus dikawal ekstra ketat oleh petugas kepolisian.

Agenda sidang pada hari itu adalah pembacaan putusan dan dihadiri puluhan massa.  Massa mulai memenuhi ruang sidang, teriakan dari massa yang tidak sabar ini mulai terdengar hingga keluar ruang sidang. Hakim masuk menuju ruang sidang dengan pengawalan penuh dari kepolisian.

Sebelum sidang dimulai, hakim berusaha menenangkan massa karena saat sidang semua masih dalam kendali ketua majelis hakim. Sesaat massa dapat ditenangkan namun kembali ricuh saat terdakwa dihadirkan oleh jaksa kedalam ruang sidang. Satu orang berhasil diamankan karena tidak dapat dikendalikan di ruang sidang.

Hakim mulai membacakan putusan dan terdakwa diminta untuk berdiri, tak lama setelah hakim selesai membacakan putusan dan palu diketok, massa yang tidak terima dengan putusan hakim langsung meluapkan emosinya kearah terdakwa. Kericuhan pun tak dapat dihindari, massa berusaha mengejar terdakwa, ada yang melompat pagar pembatas, namun polisi telah sigap langsung mengamankan terdakwa menuju mobil tahanan. Hakim, panitera dan jaksa juga langsung diamankan menuju mobil polisi.

Petugas PMI, Damkar, dan BPBD setelah dihubungi pihak Pengadilan Negeri Jepara langsung bergegas menuju TKP dan melakukan tindakan pertolongan terhadap korban luka akibat kericuhan tersebut. Satu orang terluka di bagian kaki mengalami patah tulang dan satu orang lagi sesak nafas akibat menghirup asap akibat kericuhan yang menimbulkan pembakaran.

Petugas PMI segera mengefakuasi korban dan dilarikan ke rumah sakit. Dengan sigap pula petugas Damkar dibantu BPBD memadamkan api yang berkobar.

Tidak hanya itu, massa yang masih tidak terima tetap beringas dan terus berusaha merangsek ke dalam gedung Pengadilan Negeri Jepara. Mereka pun sampai harus bentrok dengan aparat kepolisian dan membakar sejumlah barang di halaman gedung Pengadilan Negeri. Akhirnya massa bisa dipukul mundur barikade Sabara Polres Jepara dan api dapat dijinakkan.

Kejadian tersebut hanyalah simulasi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri Jepara bekerja sama dengan Polres Jepara, BPBD Kabupaten Jepara, PMI Jepara, Damkar Kabupaten Jepara dan Bagian Humas Setda Jepara.

Simulasi ini perlu dan penting dilakukan sebagai latihan pengamanan sidang sesuai dengan prosedur operasional yang ada. Jika sewaktu-waktu terjadi kerusuhan massa, keamanan hakim, jaksa, panitera pengganti dan terdakwa adalah yang utama selain daripada pengendalian massa agar massa tidak berubah menjadi anarkis dan merusak kantor Pengadilan.

Ketua Pengadilan Negeri Jepara. Eko Budi Supriyanto SH MH, mengatakan, simulasi penanganan huru-hara di Pengadilan Negeri Jepara sebagai upaya meningkatkan akreditasi pelayanan di Pengadilan Negeri Jepara. Menurutnya, hingga sekarang Pengadilan Negeri Jepara memang belum terakreditasi.

“Namun diharapkan dengan adanya hasil simulasi huru-hara, Pengadilan Negeri Jepara ini bisa mendapatkan nilai akreditasi. Kegiatan simulasi penanganan huru-hara ini melibatkan 160 personel, baik dari Pengadilan Negeri Jepara maupun Polres, PMI, Damkar dan BPBD Jepara,” paparnya.[]

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.