Hari Pramuka ke-56, Kwarcab Jepara Gelar Renungan dan Ulang Janji

TAHUNAN – Menjelang hari Pramuka 14 Agustus 2017, Ratusan anggota Praja Muda Karana (Pramuka) Dewasa yang terdiri dari Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab), Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab), Majelis Pembimbing Ranting (Mabiran), Kwartir Ranting (Kwarran), Pembina, Pramuka Penegak dan Pandega serta Perwakilan Satuan Karya (SAKA), mengikuti Renungan dan Ulang Janji (RUJ) yang dipandu langsung oleh Ketua Mabicab Ahmad Marzuqi, serta dilanjutkan dengan sarasehan menjelang Hari Pramuka Ke-56 di SMA Negeri 1 Tahunan, Kwarran Tahunan, Kwarcab Jepara, Minggu (13/08) malam.

Ketua Mabicab Ahmad Marzuqi, mengajak kepada peserta upacara renungan untuk bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat dan karunia yang diberikan. “Kakak-kakak dan adik-adik, warga Gerakan Pramuka yang berbahagia. Pada malam yang berbahagia ini, marilah kita bersyukur ke Hadlirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua,” ucapnya saat membacakan naskah ulang janji.

Baca juga:  10 ABG Terjaring Razia Balap Liar

Ahmad Marzuqi mengajak bersama-sama untuk membulatkan tekat dan mengobarkan semangat dalam meneruskan perjuangan dan pengabdian demi tujuan bangsa. “Setelah kita merenungkan bersama akan perjalanan perjuangan dan pengabdian kita (warga Gerakan Pramuka –pen), maka pada kesempatan yang baik ini marilah kita semua sebagai Pandu Indonesia membulatkan tekad, mengorbankan semangat untuk meneruskan perjuangan dan pengabdian itu demi tercapainya tujuan bangsa, yakni masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila,” ujar Ketua Mabicab Jepara.

Pada sambutan laporannya, Ketua Harian Kwarcab, Suliyono, menyampaikan saat ini Kwarcab Jepara telah melaksanakan berbagai macam pembinaan dan pelatihan guna menambah jumlah tenaga pembina agar dapat mencapai jumlah ideal. “Program kami yang pertama adalah melakukan pelatihan-pelatihan pramuka. Kemarin baru saja mengadakan kursus pembina Pramuka Mahir tingkat dasar yang pertama adalah di Kwarran Mlonggo. Kemudian di Balekambang dengan jumlah 300 santri, ini kami berikan materi tentang kepramukaan. Yang terakhir ini adalah kerjasama dengan salah satu perguruan tinggi di Kudus kita gabung ke Jepara untuk diberi materi tentang kepramukaan,” ujar Suliyono.

Dikatakannya, dirinya mempunyai keinginan untuk mewujudkan Kabupaten Jepara sebagai Kabupaten Pramuka. “Saya berobsesi selama menjadi Kwarcab bahwa Jepara harus menjadi Kabupaten Pramuka,” katanya.

Baca juga:  Pengedar Upal Kembali Dibekuk Polisi

Meski masih ada kekurangan dalam berbagai hal, Suliyono mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Jepara, sebab Sanggar Pramuka dan Bumi Perkemahan (Buper) Pramuka telah mendapatkan alokasi dana dari APDB, sehingga cukup representatif untuk kegiatan-kegiatan kepramukaan.[]

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.