Karena Malu, Perempuan Jepara Ini Membuang Bayinya Sendiri

NALUMSARI – Pembuang bayi yang sempat mengegerkan warga Mayong Jepara pada Jumat (21/6) akhirnya terungkap. Polisi berhasil membekuk perempuan si pembuang bayi yang saat ditemukan sudah tak bernyawa itu.

Perempuan itu ialah SN (40 ) warga Desa Pringtulis RT 02/06 Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara yang tak lain adalah ibu kandung bayi perempuan naas itu.

Kepada polisi perempuan yang mempunyai anak empat itu mengaku membuang bayinya karena malu, usianya yang sudah tidak muda lagi serta keadaan ekonomi yang serba kurang.

“Saya sering diejek sama teman-teman kerja dan tetangga, saya sudah tua dan orang tidak punya tapi punya anak banyak,” ungkap perempuan yang selama ini bekerja di pabrik rokok itu.

Baca juga:  Awas Uang Palsu...!! Pengedar Tertangkap

Saat ditanya terkait kronologi pembuangan bayi yang tidak berdosa itu dirinya menceritakan, saat usia kandungannya tujuh bulan pada (16/7) lalu dirinya mempunyai niatan untuk menggugurkan kandungannya dengan cara meminum obat sakit kepala dan minuman bersoda.

Lalu, pada Senin (17/7) ia merasakan mulas hebat. Begitu buang air, si jabang bayi juga ikut keluar. Saat diteliti, SN mengklaim bayi telah meninggal dunia.

“Saya minum soda dicampur obat sakit kepala sehari tiga kali. Lalu keesokan harinya saya mulas dan bayi keluar. Saat itu bayinya sudah tidak bernapas, lalu saya bungkus dengan pakaian, saya masukkan ke dalam plastik, setelah sehari saya simpan malam harinya bayinya saya buang ke sawah,” ungkapnya.

Baca juga:  Industri Mebel Jepara Harus Dapat Perhatian Serius

Setelah kejadian ini, SN mengaku menyesal dan merasa bersalah telah melakukan perbuatan ini. Dirinya merasa masih terbayang-bayang dengan darah daging yang dibuangnya itu.

Sementara itu, Kabag Humas Polres Jepara AKP Sarwo Edy Santosa mengatakan, yang bersangkutan melanggar Pasal 80 Junto 76 C ayat 2 UU RI No 35/2014 tentang perubahan UU RI 23/2002 tentang Perlindungan Anak.
Pelaku terancam mendekam di penjara selama 15 tahun.[]

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.