Masih Ada, Dua Keluarga Hidup Dalam Keadaan Rumah Nyaris Roboh

WELAHAN – Karena keadaan ekonomi yang sulit, pasangan Siti Nadiroh dan Abdul Rohman, serta Nur Khoiriyah dan Ahmad Suhardi, warga Desa Brantaksekarjati RT 6 RW 1 Kecamatan Welahan Jepara, terpaksa hidup di rumah yang roboh lantaran terkena terjangan angin setahun yang lalu, kedua keluarga itupun mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Tidak hanya hidup dalam keadan rumah roboh kedua keluarga tersebut setiap malam juga hanya mengandalkan lilin, karena tidak adanya listrik untuk penerangan.

“Rambut saya pernah terbakar terkena api lilin, kami belum pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Kalau dari swasta pernah, tapi besarnya belum cukup untuk memperbaiki rumah,” papar Siti Nadiroh.

Siti Nadiroh, hanya punya satu ruangan bekas kamar tidur untuk berteduh. Kondisinya kumuh karena digunakan untuk menyimpan barang-barang rumah tangga, sekaligus tempat tidur. Ia memiliki tiga anak yang masih kecil.

“Suami saya hanya bekerja sebagai buruh pembuat batu bata, gajinya hanya dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari,” paparnya.

Sementara, Nur Khoiriyah hidup bersama tujuh anggota keluarganya. Tiap malam tidur bergerombol di ruang tamu. Hampir semua atap ruangan rumah telah roboh. Bahayanya, sisa atap yang rapuh mengancam keselamatan mereka.

Petugas Tagana sedang menyambangi rumah yang sempat diterjang angin kencang setahun lalu, namun kini masih ditinggali.

Hingga berita ini diturunkan, Subhan Anggota Tagana Jepara, telah mendatangi kedua keluarga tersebut guna memberikan bantuan logistik. Untuk selanjutnya, pihaknya berharap, pihak desa supaya dapat mengajukan permohonan bantuan.[]

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.