Demo Buruh di Jepara Meminta UMK Jepara 2018 Menjadi Rp 2,4 juta

JEPARA – Serikat Pekerja di Kabupaten Jepara menggelar demonstrasi, Senin (30/10). Mereka bersama-sama menuju Kantor Bupati untuk meminta kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2018 menjadi Rp 2,4 juta dari sebelumnya Rp 1,6 juta.

“Kami menuntut Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jepara 2018 disesuaikan survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL), dan menolak penetapan upah sesuai PP 78/2015,” ungkap Aulia Hakim, Ketua Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jateng.

Berdasarkan survey yang pihaknya lakukan, KHL di Jepara sebesar Rp. 2,2 juta. Sehingga setelah perhitungan, maka usulan UMK harusnya sekitar Rp 2,4 juta.

Baca juga:  Pelaku UMKM di Jepara Demonstrasi di Kantor DPRD, Tolak Usulan Upah Rp 2,4 Juta

Bowo Sutarno, pengurus SPN yang juga bekerja di PT Parkland World Indonesia (PWI) mengatakan, selama ini buruh menerima upah sebesar Rp 1.6 juta. Dengan besaran tersebut, ia mengaku masih kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Untuk membayar kontrakan sebulan saja Rp 500.000, belum lagi untuk yang lain-lain. Kita meminta UMK bagi buruh minimum adalah Rp 2.4 juta,” jelasnya.

Pemkab Jepara sendiri melalui Dewan Pengupahan memakai skema PP 78/2015. Dalam komponen tersebut, tidak disertakan besaran survei KHL. Jika menggunakan skema tersebut, maka besaran UMK untuk tahun 2018 adalah sebesar Rp 1.739.360. Angka tersebut naik Rp 139.360, dari UMK tahun sebelumnya Rp 1.600.000.[]

Artikel Terkait Lainnya

Tinggalkan pesan

Your email address will not be published.